Koalisi Pejalan Kaki Ragukan Janji Penghijauan Kembali Monas

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana proyek revitalisasi Monas di taman silang Merdeka usai ratusan pohon ditebang, Kamis 16 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Suasana proyek revitalisasi Monas di taman silang Merdeka usai ratusan pohon ditebang, Kamis 16 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menebang 190 pohon di kawasan Monumen Nasional atau Monas demi revitalisasi. Janji untuk menanam kembali pohon di kawasan itu sebagai ruang terbuka hijau diragukan Koalisi Pejalan Kaki.

    "Bahasa klasik ini selalu kita dapati," kata Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus kepada Tempo pada Jumat, 17 Januari 2020.

    Menurut Alfred, pepohonan di Ibu Kota juga ditebangi dan sebagian dipindahkan saat pembangunan jalur transportasi Mass Rapit Transit atau MRT Jakarta. Menurut dia, pemerintah saat itu menjanjikan untuk menanam kembali pepohonan. Namun saat Ratangga sudah beroperasi, batang pohon tidak kelihatan.

    "Kita masih menagih nih, ada 2 ribu pohon ditebangi di jalur MRT, mana gantinya?," kata dia.

    Contoh lain penebangan pohon terjadi di Cikini, Jakarta Pusat saat DKI menggalakkan revitalisasi trotoar. Alfred meragukan alasan pemerintah menebangi pohon di kawasan itu karena sudah rapuh. Jika pun benar, Alfred berpendapat bahwa Pemerintah DKI berarti bersalah karena tidak melakukan perawatan dengan baik.

    "Yang selalu jadi korban pembangunan adalah pohon, dan jawaban pemerintah selalu klasik, nanti akan kita bangunkan kembali," kata Alfred.

    Ihwal kasus terakhir penebangan pohon di kawasan Monas, Alfred menilai tindakan yang lebih tepat diambil adalah dengan cara dipindahkan. Menurut dia, pohon bisa diangkut bersama akar-akarnya untuk direlokasi. Kondisi Jakarta juga disebut sangat butuh pepohonan.

    "Jakarta selalu dirundung pencemaran udara, dan salah satu bentengnya adalah pohon," kata Alfred.

    Menurut Alfred, Monas merupakan satu dari sedikit benteng ruang terbuka hijau di Jakarta bersama Hutan Srengseng dan kawasan Taman Wisata Alam di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Untuk kawasan pusat kota, Monas bisa disebut satu-satunya benteng hijau.

    Sebelumnya, Kepala Unit Pengelola Monas, Muhamad Isa Sarnuri menyatakan kawasan yang pohonnya ditebangi akan tetap menjadi kawasan hijau. Menurut dia, kawasan itu akan dibangun jalur hijau, taman dan kolam air. "Nanti akan digantikan dengan kawasan hijau," ujar dia pada Kamis, 16 Januari 2020.

    Pantauan Tempo di lokasi, Kawasan Monas di silang Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, tampak gersang setelah 190 pohon ditebang. Kawasan yang berada di belakang patung Ikada itu kini tertutup dan dibatasi oleh pagar pembatas proyek revitalisasi Monas. Di dalamnya tidak ada lagi pohon yang bediri. Sebagian besar kini sudah dilapisi beton. Satu bangunan seperti tugu tampak berdiri di tengah lokasi revitalisasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.