Fahira Idris Siap Hadapi Laporan Dewi Tanjung ke Polisi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fahira Fahmi Idris. twitter.com

    Fahira Fahmi Idris. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Organisasi Masyarakat Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Fahira Idris, menyatakan tak gentar dengan laporan politikus PDIP Dewi Tanjung ke polisi terkait peristiwa demonstrasi Selasa kemarin. Dia membantah tudingan anggotanya melakukan melakukan intimidasi dan melempar botol ke arah Dewi dan kawan-kawannya.

    "Banyak yang salah paham. Terutama Dewi Tanjung itu, salah paham," kata Fahira saat dihubungi, Jumat, 17 Januari 2020.

    Menurut Fahira, Dewi gagal paham melihat massa yang ingin menjaga dan mengawal Gubernur DKI Anies Baswedan, yang didemo massa Suara Rakyat Bersatu. Massa Suara Rakyat Bersatu yang dipimpin Dewi Tanjung Cs, menuntut Anies mundur dari jabatannya karena belum bisa menanggulangi banjir di ibu kota.

    Padahal, kata Fahira, massa yang mengawal Anies di dalam Balai Kota DKI, bukan hanya dari Bang Japar. Bahkan, Bang Japar juga tidak mengkoordinasikan massa yang datang menjaga Anies seperti FORKABI, Bamus Betawi, Brigade jawara Betawi 411, GL Pro, Brigade 08 dan barisan emak-emak lainnya.

    "Oleh Dewi itu semua disebut Bang Japar, yang bawa spanduk Bang Japar, yang bawa poster Bang Japar, semua disatukan jadi Bang Japar," ujarnya. "Itu tidak benar."

    Fahira mengatakan Bang Japar hanya membawa 300 orang massanya di dalam Balai Kota. Anggota Bang Japar bisa dikenali lewat seragam yang menjadi ciri khas ormas tersebut.

    "Kami sepakat dengan Kesbangpol dan Pemprov bahwa kami menjaga balai kota. Posisi kami memang saat itu di dalam," ujarnya. "Jika Dewi Tanjung bertemu orang di luar pagar, mata dia, berarti bukan bang Japar. "Di sana memang banyak simpatisan Anies yang lain."

    Ia menuturkan telah mewanti-wanti massanya agar menjaga keamanan dan tidak berlaku anarkis. Fahira telah mempercayakan koordinator lapangan dari Bang Japar untuk menjaga kekompakan anggotanya.

    Fahira memastikan bahwa tidak ada anggotanya yang keluar dan memaki-maki, apalagi melempar botol massa yang kontra terhadap Anies.

    "Yang memaki mungkin orang lain. Bukan dari Bang Japar. Silahkan saja Dewi Tanjung melaporkan ormas saya ke polisi, kami hadapi."

    Sebelumnya Dewi Tanjung melaporkan kasus dugaan penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap dirinya ke Polda Metro Jaya pada Kamis, 16 Januari 2020. Dalam laporannya, Dewi menyebut pelakunya sebagai pentolan Bang Japar yang diketuai oleh Anggota DPD RI Fahira Idris.

    Dalam laporannya ke Polda Metro Jaya, Dewi menyatakan kejadian tersebut bermula ketika dia dan kawan-kawannya menggelar demonstrasi di Balai Kota DKI pada Selasa lalu. Demo untuk mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur karena dianggap tak becus menangani banjir itu rupanya mendapatkan aksi tandingan dari Ormas Bang Japar yang mendukung Anies.

    "Saat saya jalan, saya dilempar. Saya kaget, saya bilang ada apa, ada pelemparan. Terus saya ditarik, kami dicaci maki, diteriaki orang gila, kecebong gitu. Nah itu koordinatornya mereka (Bang Japar), itu yang saya minta pertanggungjawabkan," ujar Dewi.

    Perempuan yang pernah melaporkan Amien Rais, Jonru Ginting dan Novel Baswedan itu juga mengatakan turut membawa sejumlah barang bukti seperti foto dan video. Laporan Dewi Tanjung terdaftar dengan nomor LP/313/1/YAN.2.5/2020/SPKTPMJ tertanggal 16 Januari 2020. Pihak terlapor dalam kasus ini tertulis masih dalam lidik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.