Ikut Tebang 92 Pohon di Monas, MRT Klaim Ganti 10 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengelola Monas menebang pohon untuk revitalisasi di kawasan Monas. Twitter/@trotoarian

    Pengelola Monas menebang pohon untuk revitalisasi di kawasan Monas. Twitter/@trotoarian

    TEMPO.CO, Jakarta - PT MRT Jakarta ternyata juga ikut menebang 92 pohon di kawasan Monumen Nasional atau Monas pada pertengahan 2019.

    Kepala Departemen Corporate Communication PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo mengatakan puluhan pohon itu ditebang untuk pembangunan gardu listrik bawah tanah kereta Ratangga fase dua.

    "Pohon yang dipotong sudah diganti dengan 920 pohon," kata Pratomo saat dihubungi, Jumat, 17 Januari 2020.

    Namun lokasi pohon pengganti tidak ditanam di Monas, melainkan di sejumlah ruas jalan di ibu kota. Adapun pohon pengganti yang telah ditanam adalah 800 pohon tabebuya dan 120 cemara norfolk.

    Pratomo menuturkan MRT membutuhkan lahan seluas 88x44 meter di kawasan Monas, untuk membangun gardu listrik bawah tanah. Pohon tersebut terpaksa ditebang agar alat berat bisa masuk ke kawasan tersebut.

    Sejak November tahun lalu, kata dia, lahan untuk pembangunan gardu bawah tanah kereta MRT Jakarta di Monas itu telah dibeton untuk membuat dinding gardu. "Pohon yang ditebang itu yang lahannya dibuat dinding," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.