Cegah Longsor, Korlantas Tanam Pohon di Jalur Arteri Induk

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana saat mengikuti penanaman 1.000 pohon di Hutan Kota, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana saat mengikuti penanaman 1.000 pohon di Hutan Kota, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Istiono meminta jajarannya melakukan penanaman pohon guna memperkuat kontur jalan pada jalur rawan longsor atau banjir. Penanaman pohon akan dilakukan di jalan arteri induk, seperti di Ciawi, Bogor.

    "Kami benahi jalan yang rawan banjir dan longsor melalui kebijakan Kapolri dengan Polri Peduli Lingkungan," kata Irjen Pol. Istiono melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 17 Januari 2020.

    Istiono mengatakan Polri Peduli Lingkungan dengan menanam pohon pada jalur rawan longsor dan banjir itu sebagai langkah respons cepat mengantisipasi bencana alam.

    Korlantas Polri menggandeng Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, Jasa Raharja, BPJT, serta Kementerian Kesehatan guna menggulirkan kegiatan peduli lingkungan itu.

    Kegiatan penanaman pohon dilakukan secara serentak di jalur arteri yang tersebar pada tujuh induk Korlantas Polri. "Mudah-mudahan di ruas tertentu akan kami tindaklanjuti lagi upaya fungsi jalan tol ada penguatan," ujar Istiono.

    Penanaman pohon di lokasi rawan banjir atau longsor itu bertujuan mencegah bencana hidrometeorologi itu karena intensitas hujan tinggi akan menggerus kekuatan kontur jalan. Sejauh ini, Korlantas Polri bersama pemangku kepentingan lain menargetkan penanaman 3.000 pohon keras jenis Mahoni dan Eboni yang memiliki akar kuat, serta daya serap air yang tinggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.