Siswi SMP di Ciracas Diduga Lompat dari Lantai 3 karena Dirisak

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rumah SN, 14 tahun, di kawasan Sukmajaya, Depok, Jumat 17 Januari 2020. SN merupakan siswi SMPN 147 yang tewas dengan cara lompat dari gedung lantai 3 sekolah tersebut. TEMPO/ADE RIDWAN

    Suasana rumah SN, 14 tahun, di kawasan Sukmajaya, Depok, Jumat 17 Januari 2020. SN merupakan siswi SMPN 147 yang tewas dengan cara lompat dari gedung lantai 3 sekolah tersebut. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - SN, siswi SMP Negeri di Ciracas, Jakarta Timur diduga bunuh diri karena dirisak oleh teman-temannya. Dugaan ini muncul setelah tangkapan layar tentang isi percakapan SN dengan seseorang di aplikasi WhatsApp beredar dan viral di media sosial Twitter.

    Dalam isi percakapan yang diunggah oleh akun @sidaee itu, SN juga mengungkapkan keinginannya melompat dari lantai atas di sekolahnya. "Gua beneran bakal loncat," tulis SN di aplikasi chatting yang viral pada Ahad, 19 Januari 2020.

    Selain isi potongan chat dengan orang yang tak disebut namanya, akun @sidaeee juga membagikan tangkapan layar yang mengatakan bahwa SN mengalami perisakan oleh teman-temannya. Kondisi ini membuat kondisi emosional SN terganggu dan orangtuanya disebut tak mengetahui keadaan itu.

    Hingga hari ini, potongan percakapan SN itu viral di Twitter. Warganet pun banyak yang menyampaikan simpatinya terhadap SN. "Sumpah sedih banget.... Ya Tuhan," cuit akun @utamiratnas.

    Aksi SN melompat dari lantai 3 sekolahnya terjadi pada Selasa sore, 14 Januari 2020. Akibat tindakannya itu, ia mengalami luka parah dan sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

    Namun setelah dua hari mendapatkan perawatan intensif, nyawa SN tak tertolong. Sekolah pun baru melaporkan aksi bunuh diri itu ke kepolisian setelah SN tewas.

    Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Hery Purnomo mengatakan penyidik baru memeriksa 3 orang saksi dari guru dan penjaga sekolah setelah laporan diterima. Sampai saat ini, Hery menduga kasus ini adalah murni bunuh diri. "Ada indikasi yang bersangkutan melakukan bunuh diri," kata Hery.

    Sementara itu penelusuran Tempo ke rumah orang tua SN di kawasan Sukmajaya Depok mendapatkan penolakan wawancara dari keluarga. "Kami enggak mau diliput ya," kata salah seorang keluarga SN, Jumat, 17 Januari 2020.

    CATATAN: Bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri di Indonesia, bisa menghubungi: Yayasan Pulih (021) 78842580.

    ADE RIDWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.