BMKG: Hujan Berpotensi Turun di Jabodetabek hingga pukul 14.20

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hujan (pixabay.com)

    Ilustrasi hujan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat di Jabodetabek sampai pukul 14.20 WIB, Selasa, 20 Januari 2020. Kepala Bagian Humas BMKG Ahmad Taufan Maulana dalam keterangan tertulisnya mengatakan hal tersebut buntut dari hujan yang turun sekitar pukul 11.40 WIB.

    Berdasarkan data dalam keterangan tertulisnya, hujan diprediksi turun di wilayah Tanah abang, Menteng, Johar baru, Senen, Cempaka Putih, Kemayoran, Sawah Besar, Gambir, Matraman, Grogol Petamburan, Kebon Jeruk, Palmerah, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Barat, dan Kembangan.

    Ia mengatakan kalau potensi hujan tersebut dapat meluas ke berbagai wilayah, seperti Kembangan, Cengkareng, Kalideres, Penjaringan, Tambora, Tamansari, Pademangan, Pulo Gadung, Kelapa Gading, Tanjung Priok, Cakung, Cilingcing, Koja, Lemahabang, Cibitung, Tambun, Babelan, Tarumajaya, Tambelang, Sukatani, Serang, Setu, Bantargebang, Jatiasih, Pondok Gede, dan Cipayung.

    Selanjutnya adalah wilayah Makasar, Duren Sawit, Jatinegara, Tebet, Setiabudi, Pancoran, Pasar Minggu, Kramat Jati, Pasar Rebo, Ciracas, Cimanggis, Jaga Karsa, Cilandak, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Ciputat, Pondok Aren, Ciledug, Pesanggrahan, Benda, Batuceper, Cipondoh, Serpong, Pamulang, Limo, Legok, Beji, Pancoranmas, Sukmajaya, Gunung Putri, dan sekitarnya.

    BMKG memang sudah memprediksi potensi cuaca ekstrem yang turun pada periode 17-23 Januari 2020. Menurut Taufan, hal itu dikarenakan sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata yang saat ini masih teridentifikasi aktif dan menyebabkan terbentuknya pola konvergensi serta belokan angin.

    Hal itu menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat. Tingkat labilitas udara yang signifikan, lanjut dia, juga cukup berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

    Taufan mengatakan BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap dampak yang dapat muncul akibat hujan ekstrem tersebut, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. "Selain itu, kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada," tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.