Cerita Pembawa Bendera Diciduk Polisi Justru Usai Ikuti Imbauan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa demonstran pembawa bendera Merah Putih saat aksi pelajar di depan DPR September lalu, Dede Lutfi Alfiandi (tengah) saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 12 Desember 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Terdakwa demonstran pembawa bendera Merah Putih saat aksi pelajar di depan DPR September lalu, Dede Lutfi Alfiandi (tengah) saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 12 Desember 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Pembawa bendera Merah Putih saat demonstrasi para 30 September 2019, Dede Lutfi Alfiandi menjelaskan kronologi penangkapannya.

    Dia mengaku meninggalkan lokasi demonstrasi besar di sekitar Kompleks DPR RI setelah waktu magrib. "Karena saya dapat imbauan petugas untuk pulang," ujar Lutfi, sapaan akrab pembawa bendera itu kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin, 20 Januari 2020.

    Dia mengaku pulang dengan mengendarai sepeda motor yang dikemudikan rekannya, Bembeng. Pada 30 September petang itu, jalanan disebut Lutfi sedang diblokade. Menurut dia, polisi mengarahkannya dan Bembeng untuk lawan arah ke kawasan Slipi.

    Tiba di sekitar Kantor Polres Metro Jakarta Barat di Jalan S. Parman, Jakarta Barat, Lufti dan Bembeng diciduk. "Iya ditangkap di situ," kata dia.

    Foto Lutfi yang membawa bendera pada aksi 30 September 2019 viral di media sosial. Dalam foto, lelaki 21 tahun yang mengenakan celana abu-abu itu tampak menutup wajahnya dengan bendera.

    Lutfi kemudian ditangkap karena dianggap menyerang polisi.

    Lutfi didakwa dengan tiga pasal alternatif yaitu Pasal 212 KUHP tentang kekerasan atau ancaman kekerasan, Pasal 214 ayat 1 KUHP karena melawan saat hendak ditangkap, dan Pasal 170 ayat 1 KUHP tentang kekerasan yang dilakukan banyak orang.

    Pada akhir September 2019, rentetan demonstrasi di depan Gedung DPR digelar oleh mahasiswa dan siswa SMK. Massa menuntut pembatalan pengesahan sejumlah undang-undang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.