DKI Bantah Kontraktor Revitalisasi Monas Abal-abal

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kantor PT. Bahana Prima Nusantara, pemenang tender revitalisasi Monas yang menyatu dengan digital printing Cahaya 33, Selasa 21 Januari 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    Suasana kantor PT. Bahana Prima Nusantara, pemenang tender revitalisasi Monas yang menyatu dengan digital printing Cahaya 33, Selasa 21 Januari 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Jakarta- Dinas Cipta Karya Pertanahan dan Tata Ruang DKI menjawab tudingan soal kontraktor pemenang proyek revitalisasi Monas abal-abal. "Kalau kontraktornya abal-abal coba saja dilihat pengerjaannya benar atau tidak," ujar Kepala Dinas Citata Heru Hermawanto saat ditemui di Balai Kota Jakarta Pusat, Selasa 21 Januari 2020.

    Heru menyebutkan kontraktor pemenang revitalisasi Monas yaitu PT Bahana Bima Nusantara pernah mengerjakan sejumlah proyek seperti pembangunan di Masjid Agung Sumatera Barat. Dan hasilnya bagus.

    Namun Heru mengakui jika pengerjaan revitalisasi Monas molor dari waktu yang telah direncanakan sebelumnya. Awalnya kata dia, proyek yang telah dimulai sejak November lalu ditargetkan selesai Desember namun tidak terealisasi.

    Sehingga lanjut Heru, pengerjaan proyek tersebut diperpanjang 50 hari kerja. "Desember enggak kelar berarti ada perpanjangan 50 hari," ujarnya.

    Sebelumnya  Fraksi Partai Solidaritas Indonesia atau PSI mencurigai keberadaan kontraktor pemenang proyek revitalisasi Monas. Hal tersebut diungkap oleh anggota Fraksi PSI Justin Adrian usai mengecek alamat kontraktor pemenang yaitu PT Bahana Bima Nusantara.

    "Saya enggak judging apa-apa ya, tapi saya bilang agak kurang meyakinkan dari alamat kontraktornya," ujar Justin saat dihubungi, Selasa 21 Januari 2020.

    Justin menyebutkan berdasarkan laporan kader PSI di lapangan alamat kontraktor yang berada di Jl. Nusa Indah No 33, Ciracas, Jakarta Timur tidak ada tanda-tanda keberadaan sebuah kantor atau gedung. "Malah di situ adanya pabrik tahu," ujarnya.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.