Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Anak Berkedok Usaha Kafe

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian Daerah Metro Jaya saat mengungkap sindikat penjual anak di bawah umur yang berkedok kafe di Jakarta Utara, Selasa, 21 Januari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Kepolisian Daerah Metro Jaya saat mengungkap sindikat penjual anak di bawah umur yang berkedok kafe di Jakarta Utara, Selasa, 21 Januari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisan Daerah Metro Jaya membongkar sindikat perdagangan anak-anak di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Para pelaku menyamarkan aksinya dengan usaha kafe bernama Bar and Cafe Kayangan.

    Dalam pembongkaran kasus itu, polisi menangkap enam tersangka. "Penangkapan dilakukan pada Senin, 13 Januari 2020, di sekitar daerah Penjaringan, Jakarta Utara, di salah satu kafe di Jalan Rawa Bebek," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, Selasa, 21 Januari 2020.

    Yusri mengatakan sampai saat ini jumlah anak yang menjadi korban ada 10 orang dengan rentang usia 14 - 18 tahun. Sebanyak delapan di antaranya merupakan anak di bawah umur. Para pelaku, sebut Yusri, mempekerjakan anak di bawah umur itu untuk menemani pengunjung kafe.

    Tak cuma menemani pengunjung, anak-anak juga dipaksa melayani tamu yang ingin berhubungan badan. "Ini bukan hal yang kecil lagi. Bagaimana mereka menjual anak di bawah umur untuk kebutuhan seksual para hidung belang," ujar Yusri.

    Para tersangka yang diringkus polisi antara lain Tina Zulfiyatun Aliyah atau Mami Atun sebagai pemilik kafe dan yang memaksa anak-anak melayani para tamu untuk berhubungan badan. Lalu Astuti alias Mami Tuti yang juga memaksa korban menemani tamu. Keduanya merangkap sebagai muncikari di kafe itu.

    Lalu tersangka lainnya, Febi dan Teguh Wibisono yang mencari dan menjual korban kepada kedua mami dengan harga Rp 750 ribu sampai Rp 1,5 juta. Lalu tersangka A dan E yang merupakan anak buah mami dan bekerja sebagai petugas kebersihan di Kafe Kayangan.

    Mereka kini tengah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Para tersangka terancam dijerat Pasal 506 dan 296 KUHP Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

    M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.