Ahmad Syaikhu Dukung Nurmansjah Lubis Jadi Wagub DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil gubernur DKI Jakarta Nurmansjah Lubis. Dok pribadi

    Calon wakil gubernur DKI Jakarta Nurmansjah Lubis. Dok pribadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mendukung koleganya Nurmansjah Lubis untuk menduduki posisi Wakil Gubernur DKi Jakarta. Dia mengaku rela namanya tercoret dari pencalonan.

    Syaikhu menyatakan menyatakan mengenal sosok Nurmansjah Lubis yang merupakan seniornya di PKS. Dia pun cukup optimis mantan Anggota DPRD DKI Jakarta itu akan terpilih.

    "Saya kenal Pak Nur, dia senior saya. Pernah di DPRD Provinsi DKI Jakarta," ujarnya di Bekasi, Selasa, 21 Januari 2020. "Namanya ikhtiar seoptimal mungkin, mudah-mudahan bisa terpilih dari PKS."

    Adapun Ahmad Riza Patria, kata dia, merupakan koleganya di Komisi V DPR RI yang membidangi Perhubungan maupun infrastuktur di Kementerian PUPR. Ia menyebut, dua kandidat itu memiliki keunggulan.

    Nantinya, menurut dia, siapa pun calon yang terpilih harus bisa membuat hubungan baik dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebagai wakil, kata dia, jika tidak sinkron dengan Gubernurnya maka akan menimbulkan konflik, yang akhirnya dapat merugikan warga DKI Jakarta.

    "Tinggal bagaimana nanti bisa membentuk chemistry dengan gubernurnya. Ini yang penting," kata Syaikhu.

    Syaikhu sebelumnya diajukan PKS sebagai Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Agung Yulianto. Namun nama keduanya tak mendapatkan sambutan baik dari DPRD DKI sehingga proses pemilihan terus tertunda dan membuat Gerindra mengajukan empat nama calon ke PKS.

    Dari empat nama tersebut, PKS lantas memilih Ahmad Riza Patria untuk disandingkan dengan Nurmansjah Lubis. Nama keduanya pun telah diserahkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada hari ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.