Cegah Kebocoran, PD Pasar Pakuan Luncurkan Pembayaran Elektronik

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Untuk meningkatkan transaksi dengan alat pembayaran non-tunai, Bank Mandiri menghadirkan Mandiri Jakarta Coffee Week yang digelar pada 28 - 30 September 2018 di PIK Avenue Mall, Jakarta Utara. (dok Bank Mandiri)

    Untuk meningkatkan transaksi dengan alat pembayaran non-tunai, Bank Mandiri menghadirkan Mandiri Jakarta Coffee Week yang digelar pada 28 - 30 September 2018 di PIK Avenue Mall, Jakarta Utara. (dok Bank Mandiri)

    TEMPO.CO, Jakarta - PD Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor akan meluncurkan aplikasi pembayaran elektronik untuk mencegah kebocoran pada transaksi pembayaran biaya pelayanan di pasar.

    "Aplikasi pembayaran dengan uang elektronik ini akan diberlakukan pada transaksi pembayaran biaya pelayanan bagi para pedagang di pasar di Kota Bogor," kata Direktur Utama PD Pasar Pakuan Jaya Muzakkir di Balai Kota Bogor, Selasa 21 Januari 2020.

    Menurut Muzakkir, transaksi pembayaran biaya pelayanan sering bocor sehingga perlu diantisipasi dengan memberlakukan aplikasi pembayaran dengan uang elektronik.

    Investasi penerapan aplikasi pembayaran dengan uang elektronik di pasar-pasar yang dikelola oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya akan menelan biaya mencapai Rp10 miliar.

    Pada penerapan aplikasi pembayaran dengan uang elektronik ini, PD Pasar Pakuan Jaya bekerja sama dengan Bank Mega Syariah, dan Finnet yakni anak perusahaan PT Telkom Indonesia yang menyediakan fasilitas aplikasi pelayanan pembayaran dengan uang elektronik.

    "Selama ini pembayaran dilakukan secara tunasi. Banyak terjadi kebocoran dan masalah lainnya," Muzakkir.

    Menurut dia, aplikasi pembayaran dengan uang elektronik ini didesain khusus untuk para pedagang. Pasalnya, pada aplikasi yang bisa diunduh melalui smartphone android dan iPhone ini, para pedagang bisa dengan mudah melakukan transaksi pembayaran, mulai dari uang kebersihan, uang keamanan, jasa layanan, dan isi token listrik.

    Pada aplikasi tersebut, kata Muzakkir, ada dompet elektronik yang berisi saldo uang. "Saldo uang itu, tempat penampungannya di Bank Mega," katanya.

    Rencananya aplikasi ini akan diluncurkan bersamaan dengan peresmian Pusat Kuliner Suryakencana di Jalan Bata, pada Februari mendatang.

    Menurut Muzakkir, setelah dilaunching, aplikasi pembayaran elektronik ini akan lebih dulu diimplementasikan di Pasar Kebon Kembang, dan kemudian diimplementasikan di 11 pasar lainnya yang dikelola PD Pasar Pakuan Jaya. "Kami melihatnya yang paling siap di Pasar Kebun Kembang, karena pedagangnya sudah banyak melakukan transaksi non tunai," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.