Alasan Gyeongnam Tertarik Jalin Sister City dengan Kota Tangerang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Tangerang Arief R Wismansyah saat mengunjungi Kampung Markisa Gerendeng, Tangerang, Sabtu 21 Juli 2018. Antara

    Walikota Tangerang Arief R Wismansyah saat mengunjungi Kampung Markisa Gerendeng, Tangerang, Sabtu 21 Juli 2018. Antara

    TEMPO.CO, Tangerang - Provinsi Gyeongnam, Korea Selatan, tertarik menjalin kerja sama sister city atau kota kembar dengan Kota Tangerang, Banten. Hari ini, Pemerintah Kota Tangerang mendapat kunjungan dari Direktur Kantor Provinsi Gyeongnam di Jakarta Yoo Seung Hee terkait rencana tersebut.

    Marketing Manager Kantor Gyeongnam di Jakarta Anastasia mengatakan, kedatangan Yoo Seung Hee, untuk membahas rencana kerja sama sister city dengan Tangerang. Ada tiga kota yang diajukan Provinsi Gyeongnam, yaitu Kota Changwon, Gimhae dan Haman.

    Dalam pembahasan kerja sama yang digelar di ruang Asisten Pemerintahan Kota Tangerang tersebut, Yoo Seung Hee, mengatakan, tertarik untuk melakukan kerja sama dengan Kota Tangerang karena memiliki kesamaan letak yang berdekatan dengan kota metropolitan.

    “Pertama, alasan melirik Kota Tangerang untuk kerja sama itu karena lokasinya dekat dengan Jakarta,” katanya.

    Faktor lain yang membuat Yoo Seung Hee tertarik bekerja sama yaitu terdapat  masyarakat Korea di Tangerang, yang juga berasal dari Provinsi Gyeongnam.

    “Di Tangerang juga ada orang Korea dan informasi yang kami dapat, setengahnya itu dari Gyeongnam,” katanya.

    Tahap selanjutnya dari penjajakan kerja sama sister city antara Kota Tangerang dan salah satu kota di Provinsi Gyeongnam adalah akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk membahas potensi yang dimiliki oleh tiga kota itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.