Kivlan Zen Sebut Senjata Api Laras Panjang Itu Buat Berburu Babi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal dan peluru tajam Kivlan Zen bersiap mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 22 Januari 2020. Pada sidang kali ini, Kivlan tampil beda dengan mengenakan baju Purnawirawan TNI. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal dan peluru tajam Kivlan Zen bersiap mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 22 Januari 2020. Pada sidang kali ini, Kivlan tampil beda dengan mengenakan baju Purnawirawan TNI. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta -Terdakwa kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen, menyebut dirinya memesan senjata laras panjang kaliber besar untuk berburu babi. Dia memesan senjata itu ke Helmi Kurniawan alias Iwan yang juga menjadi terdakwa atas perkara yang sama.

    "Karena di kebun terdakwa (saya) banyak babi, maka pada Februari 2019 terdakwa memesan senjata laras panjang kaliber besar dan harus berizin," kata Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen saat membacakan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 22 Januari 2020.

    Pernyataan Kivlan ini untuk menjawab isi dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa sebelumnya mengatakan, Kivlan mendatangi rumah Iwan untuk melihat senjata laras panjang pada 7 Maret 2019. Dalam dakwaan, Kivlan lalu menyebut senjata laras panjang kaliber 22 mm dari Iwan hanya cocok untuk tikus.

    Kivlan melanjutkan, Iwan memiliki perusahan yang menyediakan jasa petugas keamanan alias security. Dia memesan senjata karena Iwan menyanggupi bisa memperoleh izin kepemilikan senjata dari polisi, Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), dan Badan Intelijen Negara atau Badan Intelijen Strategis (BIN/BAIS).

    Namun, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ini menolak senjata yang diperlihatkan Iwan. Iwan menunjukkan senjata laras panjang kaliber 22 mm.

    Terdakwa kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen, mengenakan seragam purnawirawan TNI di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 22 Januari 2020. TEMPO/Lani Diana

    "Karena hanya cocok untuk berburu tikus. Di samping itu, yang ditunjukkan adalah larasnya saja tanpa popor dan teleskop," jelas Kivlan.

    Sebelumnya, jaksa mendakwa Kivlan Zen atas kepemilikan senjata api ilegal. Dia didakwa melanggar Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 atau juncto 56 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

    Hari ini Kivlan Zen melanjutkan sidang pembacaan eksepsi. Dia sudah membacakan eksepsi pada Selasa, 14 Januari 2020. Namun, eksepsi tak dibacakan seluruhnya lantaran Kivlan sakit. Majelis hakim menjadwalkan sidang eksepsi dari Kivlan dilanjutkan eksepsi dari kuasa hukum hari ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.