Kemenkumham Digeruduk Massa, Rute Transjakarta Dialihkan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang tergabung dalam Priok Bersatu melakukan aksi di depan Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. Dalam aksi ini massa menuntut Menkumham Yasonna Laoly meminta maaf atas ucapannya yang dinilai menghina warga Tanjung Priok. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Massa yang tergabung dalam Priok Bersatu melakukan aksi di depan Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. Dalam aksi ini massa menuntut Menkumham Yasonna Laoly meminta maaf atas ucapannya yang dinilai menghina warga Tanjung Priok. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Demonstrasi yang digelar warga Tanjung Priok di depan kantor Kemenkumham di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, membuat sejumlah rute bus Transjakarta mengalami pengalihan. Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta Nadia Disposanjoyo mengatakan pengalihan rute tersebut bersifat situasional.

    “Rute akan kembali normal jika lokasi sudah memungkinkan untuk dilalui armada bus dan aman untuk pelanggan,” kata Nadia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 Januari 2020.

    Adapun rute pertama yang dialihkan adalah Koridor 6 rute Ragunan-Halimun dan layanan 6A rute Ragunan-Monas via Kuningan. Menurut Nadia, layanan koridor tersebut untuk sementara tak melewati halte Kuningan Timur sampai halte Halimun.

    Selanjutnya adalah layanan rute 6M Stasiun Manggarai-Blok M. “Selepas Jamsostek armada via FO (fly over) Kuningan Barat-TL Pancoran belok kiri-Jalan Soepomo-Jalan Saharjo-Jalan Minang Kabag-Halte Manggarai-bus stop Stasiun Manggarai,” tutur Nadia.

    Rute yang dialihkan selanjutnya adalah layanan 6H rute Lebak Bulus-Senen yang mengalami pemendekan rute menjadi Lebak Bulus - Patra Kunjngan. Untuk arah sebaliknya mengalami pemendekan rute menjadi Senen-Kuningan Madya imbas dari adanya massa di kawasan Kuningan Timur.

    Sementara itu untuk arah Senen, armada dari halte Mampang diarahkan belok kiri ke arah Semanggi kemudian turun ke koridor 1 arah Kota. Bus melintasi Bundaran HI menuju Jalan Imam Bonjol dan lanjut ke arah Senen.

    Terakhir adalah layanan rute5N Kampung Melayu-Ragunan, di mana pada lintas atas Kuningan Mampang, armada bus akan melintas via Jalan Gatot Subroto kemudian putar balik di simpang Semanggi, tepatnya traffic loght Kuningan Barat. Armada, kata Nadia, kemudian akan belok ke kanan arah Tendean.

    Demonstrasi warga Tanjung Priok itu merupakan buntut dari ucapan Yasonna dalam sambutannya di acara 'Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)' di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis pekan lalu. Saat itu, Yasonna menyatakan bahwa kejahatan lebih banyak muncul di daerah kumuh.

    Dia pun membandingkan anak yang tumbuh di Tanjung Priok dengan anak yang tumbuh di kawasan elite Menteng. Menurut dia, anak yang tumbuh di Menteng tak mungkin melakukan kejahatan ketimbang anak yang tumbuh di Tanjung Priok.

    "Crime is a social product, crime is a social problem. As a social problem, sebagai problem sosial, masyarakat kita semua punya tanggung jawab soal itu. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak di daerah miskin," kata Yasonna.

    "Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.

    Sontak pernyataan Yasonna Laoly menjadi viral dan menyulut protes warga Tanjung Priok. Mereka pun mendesak pria berusia 66 tahun itu untuk meminta maaf secara terbuka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.