Puncak Musim Hujan Menanti, 31 Pompa Air di DKI Masih Rusak

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat 3 Januari 2020. Presiden ingin memastikan semua alat penanganan banjir yang ada di Waduk tersebut berfungsi secara optimal. Waduk ini dilengkapi dengan pompa yang  fungsi utamanya pada saat kondisi banjir dan pasang air laut (rob), dimana air akan dipompa dari Waduk Pluit ke laut. Foto/Biro Pers

    Presiden Joko Widodo meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat 3 Januari 2020. Presiden ingin memastikan semua alat penanganan banjir yang ada di Waduk tersebut berfungsi secara optimal. Waduk ini dilengkapi dengan pompa yang fungsi utamanya pada saat kondisi banjir dan pasang air laut (rob), dimana air akan dipompa dari Waduk Pluit ke laut. Foto/Biro Pers

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan sebanyak 31 dari 478 pompa air stasioner di Ibukota tengah dalam tahap perbaikan. Juaini menyebut kerusakan pompa yang tersebar di 23 lokasi itu bervariasi.

    “Ada yang saat banjir 1 Januari itu kerendam air, ada juga yang overheat karena kerja terlalu keras,” kata dia di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu, 22 Januari 2020.

    Berdasarkan data yang ia paparkan, di Jakarta Barat, pompa yang rusak berada di bawah jalan layang Tomang, Jelambar Borobudur, Kampung Apung, Klingkit Cengkareng, Mangga Raya, serta RW 4 Kembangan Utara. Selanjutnya, untuk wilayah Jakarta Pusat berada di Cideng, Melati, Industri, dan Jati Pinggir 2.

    Kemudian pompa yang tak beroperasi di Jakarta Selatan berada di Pondok Labu, Setiabudi Barat, Setiabudi Timur, Komplek Deplu, dan Komplek Perdatam. Untuk Jakarta Timur, pompa yang rusak berada di Bidara Cina, dan depan WTC. Terakhir, untuk wilayah Jakarta Utara berada di Muara Angke, Pasar Ikan, Waduk Pluit, Jupiter, Pinang, dan Plumpang.

    Dinas SDA mencatat, 17 pompa dinyatakan rusak per tanggal 31 Desember 2019. Pada 1 Januari 2020, sebanyak 4 pompa rusak akibat overheat dan 2 pompa rusak akibat terendam air. Adapun 13 pompa sisanya dilaporkan rusak setelah 8 Januari 2020.

    Juaini menjelaskan, sampai hari ini ada 447 pompa yang siap beroperasi. Selain rumah pompa, Dinas SDA juga memiliki 189 pompa bergerak yang siap dikerahkan ke wilayah-wilayah rawan banjir. Pompa bergerak juga difungsikan sebagai pengganti rumah pompa yang masih dalam perbaikan.

    Meski begitu, kata Juaini, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar di bulan Februari nanti seluruh rumah pompa dapat beroperasi. “Saat ini perbaikan kami upayakan dipercepat supaya Februari kami harapkan semua pompa yang ada bisa beroperasi,” ucap Juaini.

    Adapun 478 pompa air yang dimiliki Dinas SDA tersebar di 176 lokasi. Rinciannya, 133 unit pompa milik Suku Dinas SDA Jakarta Barat disebar di 46 lokasi, 89 unit pompa Sudin SDA Jakarta Pusat di 23 lokasi, 40 unit pompa Sudin SDA Jakarta Timur di 21 lokasi, 130 unit pompa Sudin SDA Jakarta Utara di 46 lokasi, serta 86 unit pompa Sudin SDA Jakarta Selatan di 40 lokasi.

    Keberadaan pompa air tersebut sangat vital dalam penanganan banjir di DKI Jakarta. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa musim hujan baru akan memasuki puncaknya pada Februari hingga Maret mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.