Ini Sebab Pengerjaan Proyek Tol Bogor Ring Road Molor

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengerjakan kontruksi jembatan layang yang merupakan proyek pembangunan jalan tol Bogor Ring Road di kawasan Senbtul, Bogor, Senin (9/3). Tempo/Arie Basuki

    Pekerja mengerjakan kontruksi jembatan layang yang merupakan proyek pembangunan jalan tol Bogor Ring Road di kawasan Senbtul, Bogor, Senin (9/3). Tempo/Arie Basuki

    TEMPO.CO, Bogor -Pengerjaan proyek pembangunan jalan Tol layang Bogor Ring Road (BRR) seksi III A (Simpang Yasmin - Salabenda) dengan panjang 2,85 kilometer, molor dari waktu yang ditetapkan yakni Desember 2019 lalu.

    Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Hendro Atmodjo mengatakan molornya  waktu pengerjaan Tol layang BRR seksi IIIA tersebut karena penghentian sementara pekerjaan selama dua bulan pasca musibah ambruknya tiang P109 saat pengecoran.

    "Berdasarkan rencana awal pengerjaan harusnya beres pada Desember 2019 lalu. Karena ada beberapa hal (molor), salah satunya penghentian pekerjaan akibat ambruknya tiang P109 saat pengecoran," kata dia.

    Hendro mengatakan faktor lain penyebab pertambahan waktu pengerjaan proyek tol BRR seksi IIIA itu yakni adanya keterlambatan pembebasan lahan yang harus dibayarkan pada pemilik tanah serta pemindahan fasilitas utillitas seperti jaringan listrik milik PLN, dan kabel telepon.

    "Permasalahan lahan sebanyak 7 bidang sisanya yang terdampak proyek tol baru baru selesai Desember lalu, dan ini pun menjadi kendala," kata dia.

    Sementara itu Project Manager Tol BORR Seksi IIIA Yusuf Lukman mengatakan, perpanjangan dan tambahan waktu pengerjaan proyek tol BRR seksi IIIA hingga hingga tiga bulan ke depan.

    "Pengerjaannya diperpanjang hingga tiga bulan ke depan dan direncanakan pada bulan Maret atau April, tol sudah selesai dikerjakan," kata dia.

    Menurutnya, hingga pertengahan Januari 2020 ini pengerjaan projek tol layang BRR seksi IIIA ini sudah mencapai 80 persen. Dan sisanya ditargetkan selesai Maret atau April 2020. "Bulan April mudah-mudahan sudah beres yang selanjutnya dilajukan pengujian dan bulan Mei dapat dioperasikan secara fungsional," kata dia.

    Untuk mengoptimalkan pengerjaan dapat selesai dengan waktu tambahan perpanjangan, pengerjaan pengangkatan box girder yang biasanya menggunakan empat alat akan ditambah menjadi enam alat. "Rencananya ada penambahan dua alat untuk pemasangan boks girder menjadi enam," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.