Ini Proyek Hasil Garapan Kontraktor Pemenang Revitalisasi Monas

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Taman Selatan Monas saat masa revitalisasi di Jakarta, Senin, 20 Januari 2020. Sejumlah pohon yang berukuran besar ada sekitar 150 batang sudah dipindahkan ke pelataran Selatan Monas, dan yang kecil dipindahkan ke bagian timur dan barat Monas. TEMPO/Subekti.

    Foto udara Taman Selatan Monas saat masa revitalisasi di Jakarta, Senin, 20 Januari 2020. Sejumlah pohon yang berukuran besar ada sekitar 150 batang sudah dipindahkan ke pelataran Selatan Monas, dan yang kecil dipindahkan ke bagian timur dan barat Monas. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bahana Prima Nusantara menjadi sorotan publik setelah mengerjakan proyek revitalisasi Monas yang tengah menjadi perbincangan. Pasalnya perusahaan ini membabat ratusan pohon demi proyek tersebut.

    Berdasarkan catatat Unit Pengolola Monas, 190 pohon ditebang dan direlokasi dari lokasi proyek yang berada di lapangan silang selatan Monas, tepatnya di belakang patung Ikada.

    Kredibilitas PT Bahana Prima Nusantara kemudian juga dipertanyakan setelah salah satu anggota DPRD Fraksi PSI Justin Adrian menyebutkan kejanggalan alamat PT terserbut yang berada di jalan Nusa Indah No 33, Ciracas, Jakarta Timur. Menurut Justin di alamat tersebut tidak ada tanda-tanda adanya sebuah kantor dan gedung perusahaan. "Adanya pabrik tahu," ujarnya, Rabu 22 Januari 2020.

    Namun Kepala Dinas Cipta Karya Pertanahan dan Tata Raung DKI, Heru Hermawanto menjawab tudingan kredibilitas tersebut."Kalau kontraktornya abal-abal coba saja dilihat pengerjaannya benar atau tidak," ujarnya kemarin.

    Heru menyebutkan kontraktor pemenang revitalisasi Monas yaitu PT Bahana Prima Nusantara pernah mengerjakan sejumlah proyek seperti pembangunan di Masjid Agung Sumatera Barat. Dan hasilnya menurut dia bagus.

    Berdasarkan laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) PT Bahana Prima Nusantara tercatat pernah mengerjakan sejumlah proyek seperti pekerjaan lanjutan pembangunan fasilitas pelabuhan Laut Kolbano Kementerian Perhubungan pada 2017 senilai Rp 5,2 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.