Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono Mundur

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono saat memeriksa kesehatan warga yang mengungsi akibat dilanda banjir di Halte Jembatan Baru, Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu, 4 Januari 2020. Hingga kini warga masih bertahan mengungsi di halte tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono saat memeriksa kesehatan warga yang mengungsi akibat dilanda banjir di Halte Jembatan Baru, Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu, 4 Januari 2020. Hingga kini warga masih bertahan mengungsi di halte tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono, mundur dari jabatannya pada Kamis, 23 Januari 2020. Ia keluar dari Transjakarta setelah menyelesaikan integrasi Transjakarta dengan moda transportasi lain, seperti MRT dan LRT.

    "Terima kasih seluruh insan Transjakarta yang bahagia, yang telah menunjukkan kami bisa membangun transportasi publik sebagai masa depan," kata Agung melalui keterangan tertulis.

    Agung berterima kasih kepada Gubernur DKI, Anies Baswedan, yang telah mengizinkan untuk mengundurkan diri dengan alasan pribadi. Bahkan ia tak segan menyebut Anies sebagai Bapak Integrasi Transportasi Jakarta. "Untuk masa depan juga, masa depan Indonesia terutama keluarga saya," ujar dia.

    Ia juga berterima kasih kepada seluruh pegawai Transjakarta yang telah memberi kesempatan berkontribusi mengembangkan layanan transportasi di ibu kota selama tiga tahun lebih. "Dua tahun di MRT Jakarta dan satu tahun lebih di TransJakarta," ucap Agung.

    Kendati kini sudah tidak berkontribusi langsung namun Agung yakin transportasi di Jakarta akan terus berkembang dan maju sesuai dengan yang dicita-citakan. Ia percaya penggantinya dapat meneruskan perjuangan Transjakarta dalam mewujudkan layanan transportasi yang aman, nyaman, murah, modern, dan terintegrasi menuju layanan hingga 5.0.

    "Sampai jumpa lagi seperti biasa di halte, stasiun atau di atas bus dan kereta. Kali ini sebagai penumpang biasa, bagian dari satu juta pelanggan kita," sebut Agung.

    Agung mengatakan tugas utamanya di Transjakarta dari MRT bertujuan untuk menjalankan integrasi. Integrasi antara Transjakarta dengan MRT dan LRT sudah menjadi satu bagian sistem transportasi JakLingko.

    Pembangunan transportasi publik untuk masa depan pun, menurut dia, kini semakin membaik. Integrasi pertama terjadi antara Transjakarta dan MRT di awal tahun 2019. Dilanjutkan dengan integrasi antara Transjakarta dan LRT.

    Sampai saat ini telah ada 65 rute integrasi MRT, 20 rute integrasi LRT, dan 156 rute integrasi KRL dan Mikrotrans yang telah tergabung dengan 69 rute Transjakarta. Selain itu, misi integrasi paling ikonik yang akan ada di Jakarta sudah dimulai kemarin.

    Integrasi itu ialah skybridge dan Cakra Selaras Wahana yang akan menghubungkan antara Halte koridor 13 Transjakarta dengan stasiun MRT ASEAN. "Semua menjadi satu dalam program Jak Lingko yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.