Banjir di Jakarta Utara, Wali Kota: Air Belum Bisa Dipompa

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi banjir yang melanda kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, Sabtu, 4 Januari 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Warga melintasi banjir yang melanda kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, Sabtu, 4 Januari 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta- Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko menyatakan banjir yang terjadi Jakarta Utara belum bisa dipompa saat air laut sedang pasang.

    Berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI 13 titik lokasi banjir di Jakarta Utara. "Karena laut sedang pasang, belum bisa dipompa," ujar Sigit saat ditemui  Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat 24 Januari 2020.

    Sigit menyebut ketinggian muka air tadi sempat mencapai 200cm, sedangkan hujan masih turun sejak pagi hari sehingga air tertahan dan tidak bisa sampai ke laut. Kondisi ini, kata dia, tidak bisa untuk melakukan pemompaan genangan banjir karena air laut sedang naik.

    Sigit mengatakan harus menunggu tinggi permukaan air laut surut untuk bisa memompa daerah yang terjadi banjir. Menurut dia, saat ini permukaan air laut sudah mulai surut, dan wilayah yang terdampak banjir sudah mulai dipompa. "Sekarang sudah disurut dan sudah bisa dipompa,"ujarnya.

    Berdasarkan data BPBD DKI, 13 lokasi banjir terpantau di Jakarta Utara yakni di Jalan Madya Kabentenan di RT 03, 06, 07, 08, 09 di RW 02, Jalan Peralihan Sungai Bengong, Jalan Komplek Dewa Kembar, di RW 01, di Kampung Sawah RT 01, 02, 03, 06 RW 11, Jalan Atrero Marunda,  Jalan Madya Samper Keluruhaan Samper Timur  Cilincing.

    Lalu banjir di jalan Mahoni Kecamatan Koja, jalan Parang Tritis kecematan Pademangan, jalan Pandekolangan RT 01, 02, 03 RW 09, Jalan Bulak Cabe RT 04, 05, 06, 07 RW 09, Jalan Cilincing Bhakti RT 09, 10, 11 RW 05 dan Jalan Cilincing Lama di Kelurahan Cilincing.

     

     CATATAN: Tulisan ini mengalami koreksi pada judul dan lead berita. Semula berjudul "13 Titik Banjir di Jakarta Utara, Wali Kota: Air Laut Pasang" menjadi "Banjir di Jakarta Utara, Wali Kota: Air Belum Bisa Dipompa." Perubahan dilakukan pada pukul 14.39, Jumat, 24 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.