Monas Banjir, Netizen Salahkan Proyek Revitalisasi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta revitalisasi kawasan Monas dihentikan sementara waktu hingga Pemprov DKI Jakarta mendapatkan izin dari Kementerian Sekretariat Negara. ANTARA

    Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta revitalisasi kawasan Monas dihentikan sementara waktu hingga Pemprov DKI Jakarta mendapatkan izin dari Kementerian Sekretariat Negara. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan Monas sempat mengalami banjir pada Jumat siang 24 Januari 2020. Sejumlah netizen menuding proyek revitalisasi yang mengakibatkan 190 pohon ditumbangkan sebagai penyebabnya.

    Banjir di kawasan Monas disebut terjadi pada pukul 11.20 WIB tadi. Akun instagram @dishubdkijakarta menyebut ketinggian air mencapai 20-25 centimeter di Jalan Medan Merdeka Barat, pintu masuk Monas.

    "Jalan Medan Merdeka Barat, pintu masuk monas, ketinggian air 20-25cm. #dishubdkijakarta," tulis @dishubdkijakarta dalam keterangan foto yang mereka unggah.

    Akun twitter @TMC Polda Metro Jaya pun mengunggah video banjir di Monas pada pukul 12:48 WIB. Sementara Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat menyatakan bahwa air genangan tersebut telah surut pada pukul 13.00 WIB. 

    Banjirnya kawasan Monas itu pun menjadi perbincangan hangat netizen. Sebagian  tampak menyalahkan proyek revitalisasi Monas yang kini tengah menjadi sorotan.

    "Makanya dicabut aja pohonnya semua pk @aniesbaswedan, nanggung," tulis akun @imloveddearly.

    "Yth Pak Anies mohon kembalikan 190 pohon yang ditebang minggu lalu. Banjir Pernah Melanda Monas 122 tahun lalu thn 1897 sebelum pak Anies lahir," cuit akun @translatorbali.

    Proyek revitalisasi Monas tengah jadi sorotan publik lantaran mengorbankan 190 pohon di bagian selatan kawasan tersebut. Apalagi, Komisi D DPRD DKI kemudian menemukan berbagai kejanggalan seperti molornya waktu pengerjaan proyek hingga belum dikantonginya izin dari Kementerian Sekretaris Negara untuk proyek tersebut. Belakangan mencuat kabar soal kontraktor proyek yang diragukan kapasitasnya karena tak memiliki alamat kantor yang jelas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.