Banjir di Jakarta Utara, Wali Kota: Ada Wilayah yang Digenangi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko meninjau proses pengangkutan sampah Kampung Bengek, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 4 September 2019. Foto Dokumentasi Pemkot Jakut

    Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko meninjau proses pengangkutan sampah Kampung Bengek, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 4 September 2019. Foto Dokumentasi Pemkot Jakut

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengatakan beberapa tempat di wilayahnya sengaja dibiarkan tergenang dan banjir saat hujan seperti hari ini.

    Menurut Sigit, hal ini dilakukan karena air tak bisa mengalir ke laut yang sedang pasang.

    "Jadi ada beberapa wilayah yang sengaja kami genangi," ujar Sigit Wijatmoko di Balai Kota, Jumat 24 Januari 2020.

    Sigit mengatakan langkah tersebut terpaksa dilakukan selama air laut pasang. Termasuk juga kata dia, menunggu tinggi air laut surut untuk memompa air banjir.

    Sigit menjelaskan, lokasi yang dibiarkan tergenang bukanlah wilayah padat penduduk, melainkan lokasi terbuka yang tak tanpa penduduk. Adapun lokasi yang dibiarkan tergenang adalah Marunda, Kebantenan, Rorotan, dan Semper Timur.

    Sigit mengatakan bahwa pada pagi ini tinggi air laut mencapai 200cm, namun saat ini sudah mulai surut sehingga genangan banjir pun sudah mulai bisa dipompa. "Sekarang sudah mulai surut, sudah bisa dipompa," ujarnya.

    Berdasarkan data dari BPBD DKI Jakarta, banjir hari ini terbanyak menggenangi wilayah Jakarta Utara. Dari 54 titik banjir di Jakarta, ada 28 titik yang tergenang di Jakarta Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.