Polisi Periksa Ahli BNI Terkait Pembobolan Rekening Ilham Bintang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Lani Diana

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan penyidik sudah meminta keterangan dari staf ahli Bank BNI dalam perkara pembobolan rekening terhadap wartawan senior, Ilham Bintang.

    "Kemarin kami minta klarifikasi," kata Yusri kepada awak media di kantornya pada Jumat, 24 Januari 2020.

    Yusri mengatakan, keterangan dari BNI masih ditelaah dan dikembangkan oleh penyidik. Selanjutnya, kata Yusri, polisi akan memanggil penyedia layanan kartu subscriber identity module atau SIM card yang dipakai Ilham Bintang yakni Indosat Ooredoo.

    "Undangan hari Senin, untuk provider," kata dia.

    Yusri mengatakan, Ilham Bintang telah datang ke Polda Metro Jaya dua hari lalu. Korban disebut telah memberi keterangan dan menyerahkan barang bukti.

    Dalam kasus ini, Ilham Bintang menderita kerugian sekitar Rp 385 juta. Ia melaporkan masalahnya ke Polda Metro Jaya dan terdaftar dengan nomor LP/349/I/Yan 2.5/2020/SPKT/PMJ dengan aduan perkara pencurian dan pemberatan. Dalam laporan tersebut, Ilham mengatakan telah terjadi pemakaian transaksi yang tidak diketahui di kartu kredit Bank BNI miliknya.

    Sebelumnya, Ilham menceritakan bahwa pencurian kartu SIM Indosat miliknya itu terjadi pada 3 Januari 2020 saat ia tengah berada di Australia. Cerita itu bermula saat seseorang dengan identitas tak jelas mendatangi gerai Indosat di Bintaro XChange, Tangerang Selatan, dan mengaku sebagai Ilham.

    Pihak tersebut ditengarai meminta petugas Indosat untuk mengganti nomor kartu yang lama dengan kartu baru. Di saat yang sama, di Bandara Sydney, Australia, pada 4 Januari 2020 pukul 06.00 waktu setempat, Ilham melihat nomor di ponselnya tertera tulisan SOS.

    "Padahal saya sudah lima hari di Sydney dan sudah membeli paket roaming," ujarnya dalam pesan tertulis kepada Tempo pada Senin, 20 Januari 2020.

    Ihlam tak menyadari bahwa kartunya dicuri sampai ia terbang ke Melbourne. Pada 6 Januari di Melbourne, Ilham menemukan bahwa rekeningnya dibobol untuk sejumlah transaksi. Rekening yang dibobol ialah Bank Commonwealth, kartu kredit BNI, Citibank, dan BCA.

    Menurut Ilham, pencuri telah menguras saldonya dengan cara mentransfer hampir ke seratus nomor rekening dengan keterangan yang berbeda. Misalnya untuk pembayaran pay roll gaji karyawan. Dari seratusan aksi itu, sekitar 98 transaksi di antaranya terjadi di Bank Commonwealth.

    Hari itu juga, Ilham meminta stafnya mendatangi sejumlah kantor Indosat di Jakarta dan menanyakan kepada petugas ihwal keanehan yang terjadi pada nomornya dan dugaan pencurian kartu tersebut. Kala itu, ujar Ilham, petugas hanya menyebutkan bahwa nomor Indosat Ilham rusak. Untuk memperbaikinya, ia mesti datang langsung ke kantor tersebut.

    "Saya lalu menghubungi petinggi Indosat. Dua hari kemudian dia mengirimi surat resmi bahwa benar terjadi penggantian SIM Card pada 3 Januari pukul 21.02 di Gerai Indosat Bintaro XChange," tutur Ilham.

    Ilham kemudian meminta Indosat untuk menunjukkan rekaman CCTV. Dari rekaman itu, ia mendapati proses penggantian kartu oleh pihak tak dikenal itu hanya memakan waktu lebih-kurang 7 menit.

    Francisca Christy Rosana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.