Cara Dinkes DKI Tangani Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas melakukan pengecekan pada pasien yang terkena penyakit pneumonia akibat virus corona di Rumah Sakit Pusat Wuhan Via Weibo di Wuhan, Cina. Sebanyak 444 kasus dilaporkan di Wuhan di mana 17 di antaranya meninggal. THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO/Handout via REUTERS

    Seorang petugas melakukan pengecekan pada pasien yang terkena penyakit pneumonia akibat virus corona di Rumah Sakit Pusat Wuhan Via Weibo di Wuhan, Cina. Sebanyak 444 kasus dilaporkan di Wuhan di mana 17 di antaranya meninggal. THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan atau Dinkes DKI Jakarta menyatakan belum ada obat khusus atau vaksin virus corona untuk menangani pasien terduga terinfeksi novel coronavirus (nCoV).  

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia Handayani mengatakan, pasien terduga terinfeksi virus corona atau kerap disebut virus Wuhan itu bakal diisolasi. Saat isolasi tersebut, pasien diberi obat-obatan yang bisa meredakan gejala dari penyakit tersebut.

    Misalnya, pasien diberi obat penurun demam apabila tubuhnya demam. Pasien juga diberi obat pereda batuk jika batuk. Pasien juga akan diberi bantuan oksigen kalau dibutuhkan.

    "Jadi diobati sesuai kondisinya," kata Dwi saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan DKI, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2020.

    Menurut Dwi, cara pengobatan seperti itu yang dilakukan seluruh dunia saat ini. Sebab, nCoV merupakan virus baru. Artinya, dia melanjutkan, belum ada obat atau vaksin yang bisa menyembuhkan pasien tertular virus corona.

    Karena itu pasien harus diisolasi agar virus tak menyebar. Sebab, nCoV merupakan virus baru dan belum mewabah di Indonesia.

    "Sebisa mungkin kalau bisa jangan sampai virusnya masuk ke Indonesia. Pada saat setiap kali ada kemungkinan orang sakit karena virus ini tentu actionnya adalah kami harus monitor ketat orang ini sampai terbukti bukan (terserang virus corona)," kata dia.

    Virus yang menyebabkan gangguan pernapasan dan demam ini ditengarai berasal dari konsumsi seafood dan sup kelelawar di Kota Wuhan, Cina. Pemerintah Cina telah mengambil langkah darurat, terkait penyebaran virus ini. Salah satunya menutup akses keluar masuk kota bagi penduduk di Wuhan.

    Sebelumnya, beredar informasi bahwa seorang pasien dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Sulianti Saroso Jakarta diduga tertular virus corona. Humas RSPI Sulianti Saroso Jakarta, Wiwik Hukmit, memastikan sang pasien negatif virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.