Banjir Underpass Kemayoran, Diperkirakan Kering dalam Tiga Hari

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Underpass Kemayoran Jakarta Pusat masih terendam banjir setinggi 4 meter sejak kemarin, Sabtu 25 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Underpass Kemayoran Jakarta Pusat masih terendam banjir setinggi 4 meter sejak kemarin, Sabtu 25 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat memperkirakan genangan banjir setinggi empat meter di Underpass Kemayoran baru surut dalam dua hingga tiga hari ke depan. Genangan itu terjadi sejak Jumat kemarin.  

    "Diperkirakan dua atau tiga hari selesai," ujar petugas Damkar Suku Dinas Jakarta Pusat Suroto saat ditemui di lokasi, Sabtu  25 Januari 2020.

    Namun perkiraan air surut itu akan bertambah lama jika hujan kembali turun. 

    Suroto menyebutkan saat ini satu unit mobil pemadam kebakaran dan delapan unit mobil pompa air terus menyedot banjir. Air dipompa ke saluran pembuangan air terdekat.

    Suroto mengatakan penyedotan sudah dilakukan sejak Jumat sore. Penyedotan itu membuat ketinggian air sudah surut sekitar satu meter. "Ini sudah mulai surut sekitar 1 meter," ujarnya.

    Menurut Suroto banjir tersebut disebabkan hujan yang terus turun sejak Jumat. Posisi underpass yang berada di bawah permukaan tanah menyebabkan air tergenang dan tak bisa mengalir.

    Tiga unit pompa di underpass Kemayoran juga tidak berfungsi setelah terendam banjir. Akibatnya air tak bisa dipompa keluar dari terowongan tersebut.  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.