Ribut Revitalisasi Monas, Sekda: Setneg Terlibat Sejak Sayembara

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Daerah DKI Saefullah saat memaparkan rencana revitalisasi Monas  di Balai Kota, Jumat 24 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Sekretaris Daerah DKI Saefullah saat memaparkan rencana revitalisasi Monas di Balai Kota, Jumat 24 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah DKI Jakarta menyebut bahwa Sekretariat Negara atau Setneg sebagai Komisi Pengarah Pembangunan Medan Merdeka telah dilibatkan sejak awal terkait proyek revitalisasi Monas di Jakarta Pusat yang saat ini gaduh.

    Sekretaris Daerah DKI Seafullah menyatakan Setneg sudah dilibatkan dari proses sayembara desain revitalisasi Monas.

    "Pada saat sayembara itu dilibatkan sudah kita libatkan menjadi pantia, juri dari unsur Setneg," ujarnya di Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat 24 Januari 2020.

    Selain itu kata Saefullah dalam revitalisasi Monas, pemerintah DKI telah berkomunikasi dengan  Setneg baik secara formal atau informal. Kemarin pun dia telah menghadap Setneg untuk menyampaikan persetujuan reviltalisasi Monas.

    Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta revitalisasi kawasan Monas dihentikan sementara waktu hingga Pemprov DKI Jakarta mendapatkan izin dari Kementerian Sekretariat Negara. ANTARA  

    Seafullah menyatakan tengah menyiapkan lampiran untuk Setneg sebagai data pendukung terkait rencana pembangunan Monas ke depan. "Sekarang kita sedang siapkan lampiran pengerjaannya," ujarnya.

    Sebelumnya Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama menyampaikan Setneg belum memberikan izin kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk revitalisasi Monumen Nasional atau Monas. Pemprov DKI, kata dia, juga belum pernah mengajukan permohonan izin. "Belum pernah. Kami belum pernah secara institusi dimintai izin tentang revitalisasi Monas," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.