Gaduh Revitalisasi Monas, Simak Janji-janji Dinas Cipta Karya DKI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta revitalisasi kawasan Monas dihentikan sementara waktu hingga Pemprov DKI Jakarta mendapatkan izin dari Kementerian Sekretariat Negara. ANTARA

    Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta revitalisasi kawasan Monas dihentikan sementara waktu hingga Pemprov DKI Jakarta mendapatkan izin dari Kementerian Sekretariat Negara. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan alias Citata DKI Jakarta menyatakan revitalisasi Monas (Monumen Nasional) adalah untuk mengembalikan fungsinya atau sesuai rancangan yang dirumuskan.

    "Kita lihat, kami akan tata kembali supaya kawasan yang sebelumnya mungkin belum tertata dan rapih, akan kami rapihkan, akan kembalikan ke fungsinya. Karena ini Taman Medan Merdeka," kata Kepala Dinas CKTRP DKI Jakarta Heru Hermawanto saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, 25 Januari 2020 soal revitalisasi Monas.

    Apa yang dikatakan Heru itu, mengacu soal revitalisasi sisi Selatan Monas yang sempat ramai diperbincangkan masyarakat karena pembersihan sekitar 190 pohon. Heru menjelaskan dalam rancangan revitalisasi Monas, pohon-pohon tersebut memang tidak seharusnya berada di situ.

    "Kemarin kalau ada pohon, itu posisinya di sini (sisi Selatan sebelah kanan dan kiri) jadi kami nggak bakal menebang di posisi yang memang tidak seharusnya. Jadi kami wujudkan rencana nya, supaya tertata semua, dengan harapan semua interaksi Jakarta ini bisa ada di Monas," ujarnya.

    Sementara Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan pada Jumat (24/1) bahwa meski kawasan selatan direvitalisasi saat ini, fungsi parkir dan ekonomi (Lenggang Jakarta) akan tetap ada.

    "Fungsi parkir dan fungsi kaki lima kita tetap kita pertahankan. Kan nanti bisa pohon-pohonnya itu bisa didesain bertambah. Kan tempat parkir itu tidak harus gurun, tidak harus conblock, tidak harus bebatuan, nanti di sisi-sisi tertentu kita tanami pohon2 penghijauan tapi fungsi parkirnya masih ada," kata Saefullah.

    Heru mengatakan hingga saat ini Monas belum pernah diresmikan oleh presiden Indonesia, karena dari peletakan batu pertama hingga saat ini belum selesai dibangun.

    "Kami harap ada tiga tahapan yang bisa selesai, semuanya kami harap selesai dalam tiga tahun," ucap dia.

    Sebelumnya, revitalisasi ini menimbulkan gaduh pasalnya ada sekitar 191 pohon di Monas sisi Selatan yang disebut dipindahkan, namun bekas pemindahan berupa lubang-lubang di tanah tidak terlihat.

    Dikabarkan seratusan lebih pohon itu dipindahkan sebagian ke sisi Timur dan sebagian ke sisi Barat. Nilai proyek revitalisasi Monas sendiri tercatat mencapai Rp 71,3 miliar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.