Cegah Banjir Bekasi Jangka Panjang, Ini Jurus Jitu Kota Bekasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas di kampung Buaran Jaya, Harapan Mulya yang terendam banjir di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 21 Januari 2020. Menurut warga banjir memasuki rumah warga pada pukul 04.00 WIB setinggi 60-90 cm akibat curah hujan tinggi dan saluran drainase yang buruk. ANTARA

    Warga beraktivitas di kampung Buaran Jaya, Harapan Mulya yang terendam banjir di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 21 Januari 2020. Menurut warga banjir memasuki rumah warga pada pukul 04.00 WIB setinggi 60-90 cm akibat curah hujan tinggi dan saluran drainase yang buruk. ANTARA

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat akan membuat saluran air mirip dengan Kanal Banjir Timur (KBT) di Jatiasih, buat mencegah banjir Bekasi.

    Dana yang disiapkan sebesar Rp 4 triliun dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    "Untuk mengantisipasi luapan air Kali Bekasi," kata Kepala Bidang Perencanaan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi, Erwin Gwinda pada Ahad, 26 Januari 2020.

    Ia mengatakan, kanal untuk mengantisipasi banjir tersebut bakal dibuat di titik pertemuan antara Kali Cikeas dan Cileungsi di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) Jatiasih. Karena itu, pemerintah bakal melebarkan garis sempadan sungai di sana, minimal 20 meter.

    "Pemerintah pusat membantu pembebasan lahan warga Perumahan PGP," kata Erwin.

    Menurut dia, kanal banjir di Jatiasih panjangnya diperkirakan lebih dari satu kilometer. Membentang dari Perumahan Vila Nusa Indah sampai dengan jembatan Bojongmenteng. Kanal ini bakal dilengkapi dengan pompa air.

    Erwin menambahkan, lokasi di sana dipilih karena letaknya berada di cekungan. Karena itu, perumahan tersebut menjadi langganan banjir akibat meluapnya Kali Bekasi ketika ada kiriman air melalui Kali Cikeas dan Cileungsi.

    "Mungkin dulu tidak ada analisis peilbanjirnya dan tidak ada pematangan lahan sehingga dibuat perumahan," kata dia.

    Di samping itu, kata dia, kondisi alam atau kontur tanahnya dan sungainya masih bisa menampung air hujan dan air dari hulu sungai. Tapi, seiring berkembangnya waktu, kondisi kali mengalami pendangkalan sehingga kerap meluap ke permukiman warga di sana.

    "Sejak tahun 2013 sudah ada wacana relokasi, tapi belum ada pertemuan resmi," kata dia.

    Belakangan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut mayoritas penduduk di Perumahan PGP menolak relokasi, warga justru menyarankan di bagian hulu dibuatkan bendungan untuk mengatur air turun ke hilir, buat mencegah terulangnya banjir Bekasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.