Heboh Virus Corona, Pemerintah Bekasi Keluarkan Surat Edaran

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Karantina Kesehatan mengamati layar monitor alat pendeteksi suhu badan saat memeriksa sejumlah wisatawan asal Cina yang baru mendarat di bandara DEO Kota Sorong, Papua Barat, Ahad, 26 Januari 2020. Otoritas Bandara dan Karantina kesehatan melakukan antisipasi penyebaran virus Corona (nCoV) terhadap WNA asal Cina dengan menyiapkan alat pendeteksi suhu badan. ANTARA/Olha Mulalinda

    Petugas Karantina Kesehatan mengamati layar monitor alat pendeteksi suhu badan saat memeriksa sejumlah wisatawan asal Cina yang baru mendarat di bandara DEO Kota Sorong, Papua Barat, Ahad, 26 Januari 2020. Otoritas Bandara dan Karantina kesehatan melakukan antisipasi penyebaran virus Corona (nCoV) terhadap WNA asal Cina dengan menyiapkan alat pendeteksi suhu badan. ANTARA/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah cepat mengantisipasi potensi penyebaran virus corona atau kerap disebut virus Wuhan di wilayahnya.

    Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinkes Kota Bekasi Dezy Sukrawati mengatakan, instansinya telah mengeluarkan surat edaran. Isinya, pemberitahuan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan antisipasi penyebaran penyakit pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya.

    "Surat edaran ditujukan kepada direktur rumah sakit se-Kota Bekasi dan kepala puskesmas," kata Dezy ketika dikonfirmasi Tempo, Senin, 27 Januari 2020.

    Dalam surat yang diterbitkan pada 24 Januari itu, dasarnya adalah surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat nomor 443/326-P2P tanggal 14 Januari. Surat itu merujuk pada kasus di Kota Wuhan, Cina yang awalnya jumlah kasus sebanyak 27 kemudian meningkat menjadi 44.

    "Kalau di Kota Bekasi belum ada info," kata Dezy.

    Melalui surat itu, pemerintah daerah meminta seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kota Bekasi melakukan deteksi, pencegahan, respons dan antisipasi munculnya kasus dengan gejala Pneumonia berat dengan etiologi tak jelas seperti di Cina.

    "Jika ada temuan kasus, agar dilakukan tata laksana, isolasi, dan dilaporkan secara berjenjang," kata dia.

    Jika ditemukan kelompok atau klaster, pemerintah Kota Bekasi meminta rumah sakit maupun puskemas melakukan investigasi dan penanggulangan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona agar tidak meluas dan menjadi kejadian luar biasa.  "Agar seluruh jajaran fasilitas layanan kesehatan memantau perkembangan kasus-kasus pneumonia berat melalui media mainstream dan media online untuk dapat melakukan langkah-langkah yang diperlukan," demikian surat tersebut.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.