Ketua DPRD DKI Kaget Lihat Lahan Hijau Monas jadi Beton

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Taman Selatan Monas saat masa revitalisasi di Jakarta, Senin, 20 Januari 2020. Sejumlah pohon yang berukuran besar ada sekitar 150 batang sudah dipindahkan ke pelataran Selatan Monas, dan yang kecil dipindahkan ke bagian timur dan barat Monas. TEMPO/Subekti.

    Foto udara Taman Selatan Monas saat masa revitalisasi di Jakarta, Senin, 20 Januari 2020. Sejumlah pohon yang berukuran besar ada sekitar 150 batang sudah dipindahkan ke pelataran Selatan Monas, dan yang kecil dipindahkan ke bagian timur dan barat Monas. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengaku kaget melihat lokasi revitalisasi Taman Medan Merdeka atau Monumen Nasional, Jakarta Pusat, yang penuh beton. Perubahan Monas terlihat saat Prasetio meninjau revitalisasi Monas bersama anggota Komisi B DPRD DKI, Senin, 27 Januari 2020.

    "Agak kaget dengan situadi kondisi (Monas). Saya langsung turun ke lapangan, saya langsung melihat revitalisasi Monas yang saya anggarkan. Kok beda dengan pemikiran saya," kata Prasetio usai sidak.

    Menurut Prasetio, kawasan Monas merupakan daerah ring satu pemerintahan yang menjadi ruang hijau berdasarkan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah DKI. Prasetio mengatakan tidak bakal menganggarkan revitalisasi jika dilakukan pembetonan.

    Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (kiri) dan Sekretaris Komisi B Pandapotan Sinaga melakukan inspeksi mendadak lokasi revitalisasi Monumen Nasional, Jakarta Pusat, 27 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    "Di sini juga ada suatu keanehan, seharusnya kan rencananya dulu, berapa anggarannya, baru dianggarkan," ujarnya. "Ini enggak, dibuat anggarannya dulu baru perencanaan. Nah ini terbalik."

    Politikus PDI Perjuangan itu juga menyesalkan pemotongan ratusan pohon dalam proses revitalisasi Monas. Menurut Prasetio pemotongan pohon di kawasan Monas juga berpotensi melanggar hukum.

    "Ini adalah suatu pelanggaran fungsi awal yang mungkin nanti saya akan panggil para pihak untuk bisa menjelaskan ini," kata Prasetio Edi Marsudi. "Kalau tidak saya berhentikan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.