Johny Indo Dimakamkan Sebagai Umar Billah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prosesi pemakaman aktor legendaris Johni Indo diwarnai isak tangis keluarga di TPU Selapajang Jaya Kota Tangerang Senin 27 Januari 2020. FOTO:AYU CIPTA I TEMPO

    Prosesi pemakaman aktor legendaris Johni Indo diwarnai isak tangis keluarga di TPU Selapajang Jaya Kota Tangerang Senin 27 Januari 2020. FOTO:AYU CIPTA I TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor lawas Johny Indo yang memiliki nama lahir Johanes Hubertus Eijkenboom, 71 tahun, dimakamkan sebagai H. Umar Billah bin Muhammad Yahya. Nama itulah yang tertera di papan nisannya.

    Johny dimakamkan dengan prosesi agama Islam di Taman Pemakaman Umum (TPU) Selapajang Jaya Neglasari Kota Tangerang, Senin, 27 Januari 2020.

    Johny Indo meninggal pada Ahad 26 Januari 2020 karena sakit. Di pemakaman, lima anak Johny dari istri pertama Stela, hadir. Termasuk Martini Luisa alias dokter Eva yang telah merawat ayahnya selama dua tahun sebelum meninggal.

    Puluhan kerabat, saudara dan tetangga Stela di Neglasari juga mengikuti prosesi pemakaman dengan hikmat.

    Setelah jenazah diturunkan dari peti mati, seorang ustadz mengazani jasad Johny dan menguburkannya.

    Usai prosesi penguburan, keluarga Johny kemudian menabur bunga. Kelima anak dan cucu-cucu hadir. Mereka tampak berlinang air mata. Wajah-wajah penuh kesedihan terpancar dari keluarga Johny, termasuk Stela istrinya yang berjalan tertatih-tatih dengan tongkat.

    Dokter Eva terlihat paling terpukul. Dia menangis tersedu-sedu di depan makam ayahnya. "Papi ini gara-gara aku," kata Eva sambil terisak.

    Johny meninggal karena sakit. Semasa hidup Johni pernah dioperasi karena hernia dan jatuh. Menurut Eva karena kondisi itulah dia mengambil alih perawatan ayahnya dari istri kedua Johny.

    "Saya dua tahun rawat Papi. Saya yang nyuapi makan memberikan vitamin dan menyiapkan pengobatan," kata Eva.

    Tapi Eva mengatakan menyesal karena tidak bisa menjaga kesehatan ayahnya, sehingga ayahnya meninggal.

    "Saya kira Papi kepikiran saya. Papi cari-cari saya. Saya menyesal, belum bisa berbuat baik. Padahal saya telah siapkan uang untuk berobat," kata Eva.

    Eva sebelumnya ditangkap polisi karena kasus MeMiles. Ia tak memberitahu sang ayah perihal kasus ini.

    Eva juga menyebutkan dia meninggalkan ayahnya bersama seorang perawat. Sejak dua minggu sebelum meninggal perawatan ayahnya dititipkan kepada ibunya di Neglasari.

    "Sepertinya Papi nyari saya. Dia datang lewat mimpi," kata Eva.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.