Kabupaten Bogor Terbitkan Status Waspada Virus Corona

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas karantina kesehatan Indonesia menunggu penumpang di titik penyaringan panas di terminal kedatangan internasional Bandara Soekarno Hatta di Jakarta, 21 Januari 2020. Virus Korona telah dinamakan secara teknis 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV. Sejauh ini sekitar 300 orang dinyatakan terkena virus itu. REUTERS/Willy Kurniawan

    Petugas karantina kesehatan Indonesia menunggu penumpang di titik penyaringan panas di terminal kedatangan internasional Bandara Soekarno Hatta di Jakarta, 21 Januari 2020. Virus Korona telah dinamakan secara teknis 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV. Sejauh ini sekitar 300 orang dinyatakan terkena virus itu. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Bogor -Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Intan Widayati, menerbitkan surat edaran ke Puskesmas dan Rumah Sakit untuk mewaspadai dan siap siaga dengan virus Corona. Meski belum ada kasus atau laporan warga Kabupaten Bogor terjangkit virus mematikan dari Wuhan itu, Intan menyebut statusnya tetap waspada.

    "Tetap harus waspada karena virus tersebut selain mematikan, juga belum diketahui obatnya," kata Intan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 27 Januari 2020.

    Intan mengatakan edaran surat berstatus waspada akan virus Corona itu, karena gejala yang ditimbulkan corona sama seperti flu biasa. Namun Intan mengatakan pembedanya adalah jika terpapar penyakit corona, biasanya melalui kontak langsung dengan si penderita. Artinya bukan karena faktor cuaca atau lainnya.

    Intan mengatakan jika warga terutama yang sudah bepergian ke luar negeri terus mengalami gejala itu, segera harus melakukan pelaporan dan pemeriksaan. Sehingga bisa langsung di lakukan penindakan. "Jika dipastikan tertular dan terjangkit maka kami anjurkan untuk diisolasi dengan pelaporan berjenjang," kata Intan.

    Jika ada yang terjangkit atau tertular virus Corona, Intan mengatakan tidak hanya Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor namun mulai dari Dinas Kesehatan Propinsi dan bahkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang akan turun langsung melakukan penanganan. Namun sejauh ini pihaknya belum menemukan ada warga Kabupaten Bogor yang terjangkit virus mematikan tersebut, baik laporan dari Puskesmas atau dengan mengkonfirmasi RS.

    "Sejauh ini belum ada, namun kewaspadaan harus ditingkatkan. Juga masyarakatnya harus awas," ucap Intan.

    Intan mengatakan selain menerbitkan surat himbauan atau edaran status waspada Corona, dia juga meminta masyarakat harus terus membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Mulai dari mencuci tangan sebelum makan dan memakai masker ketika berpergian ke luar wilayah.

    Apabila masyarakat ada yang menemukan penyakit itu, harus segera melapor ke rumah sakit terdekat atau ke Dinas Kesehatan langsung. "Sehingga kami meneruskan ke tim siap siagaan yang langsung melakukan pengambilan sampel," kata Intan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.