Korban Kebakaran Kebayoran Lama Kerja Bakti Bersihkan Puing

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi kebakaran di tempat tinggal dan barang pedagang kelapa di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Juni 2017. TEMPO/Rezki Alvionitasari.

    Lokasi kebakaran di tempat tinggal dan barang pedagang kelapa di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Juni 2017. TEMPO/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga korban kebakaran di Jalan Peninggaran Timur Rt 02/RW 09 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, mulai berbenah setelah kebakaran hebat yang melanda pemukiman pada Senin sore, 27 Januari 2020.

    "Rumah-rumah sedang dilakukan pembersihan sejak kemarin, hari ini juga kita lakukan kerja bakti," kata Camat Kebayoran Lama, Arrohman saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020.

    Arrohman mengatakan kemarin warga membersihkan puing-puing sisa kebakaran di rumahnya untuk mencari benda-benda berharga yang masih bisa diselamatkan.

    Hari ini lanjut dia, kerja bakti membersihkan puing-puing kebakaran akan dilakukan bersama warga dan jajaran kelurahan maupun kecamatan. "Hari ini kerja bakti bersama warga dan aparatur pemerintah," kata Arrohman.

    Selain kerja bakti, bantuan terus mengalir untuk korban kebakaran datang dari BPBD, Suku Dinas Sosial, Wali Kota Jakarta Selatan hingga warga yang peduli. Bantuan tersebut berupa makanan, nasi bungkus dan perlengkapan seperti matras, selimut dan kebutuhan lainnya.

    Warga juga sempat menyampaikan butuh susu kepada Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali dan langsung disanggupi.

    Sementara itu Kelurahan Kebayoran Lama Utara mencatat terdapat 32 rumah terdampak kebakaran dan 33 rumah rusak dan terbakar dalam peristiwa kebakaran tersebut.

    Terkait rumah yang rusak terbakar, Arrohman mengatakan untuk rumah kontrakan menjadi tanggungjawab dari pemilik kontrakan. Sementara itu pemilik rumah lainnya, masih diupayakan."Tapi kita berupaya juga untuk mencari bantuan ke Baznas ataupun CSR yang lain," kata Arrohman.

    Peristiwa kebakaran di pemukiman padat penduduk tersebut terjadi pada hari Senin, 27 Januari 2020 sekitar pukul 14.44 WIB diketahui menghanguskan 33 rumah warga.
    Kebakaran tersebut membuat 67 kepala keluarga terdiri atas 162 jiwa harus kehilangan tempat tinggal serta harta bendanya.

    Selain menyebabkan kerugian materil, kebakaran tersebut juga menewaskan satu orang warga atas nama Koko Hariyadi, 44 tahun, dan dua lainnya terluka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.