Razia di Sekitar Cafe Kayangan Diduga Bocor

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim gabungan dari Satpol PP, Polisi dan TNI melaksanakan razia di RT02 RW13, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 29 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Tim gabungan dari Satpol PP, Polisi dan TNI melaksanakan razia di RT02 RW13, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 29 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP menggelar razia di wilayah RT 02/RW 13, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu malam, 29 Januari 2020. Lokasi razia merupakan daerah sekitar Cafe Kayangan yang dua pekan lalu digerebek polisi karena adanya praktik prostitusi dan perdagangan orang.

    "Razia gabungan yang sasarannya adalah tempat-tempat hiburan disinyalir ada kegiatan narkoba," ujar Kepala Bagian Operasi Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Sucipto di lokasi.

    Selain disinyalir beredarnya narkoba, Sucipto berujar lokasi tersebut diduga sebagai tempat prostitusi. Namun, operasi yang dilakukan tim diduga sudah bocor.

    "Setelah kita melakukan kegiatan operasi, ternyata hasilnya hanya beberapa minuman keras saja yang bisa diamankan dan seluruh kafe sudah dalam kondisi tutup, ditinggalkan penghuni dan pintunya digembok," kata dia.

    Sucipto mengatakan, ada 25 bangunan berupa kafe, tempat karaoke dan penginapan yang disisir tim. Beberapa di antaranya disegel karena kedapatan menyimpan minuman keras.

    "Oleh karena operasi ini ternyata sudah bocor di awal. Maka nanti kita tetap lanjutkan," kata dia.

    Penggerebekan di Cafe Kayangan dilakukan Polda Metro Jaya pada Senin, 13 Januari lalu. Polisi menciduk enam pelaku perdagangan anak di sana. Dua pelaku lain ditangkap melalui pengembangan kasus.

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.