Kondisi 1 Pasien Suspek Virus Corona RSPI Sulianti Saroso Stabil

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan berjaga di depan ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. RSPI itu menyiapkan 11 kamar ruang isolasi ketat untuk mengantisipasi pasien 'suspect' virus corona. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menunjuk sedikitnya 100 rumah sakit se-Indonesia untuk siaga terhadap penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu. ANTARA

    Petugas keamanan berjaga di depan ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. RSPI itu menyiapkan 11 kamar ruang isolasi ketat untuk mengantisipasi pasien 'suspect' virus corona. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menunjuk sedikitnya 100 rumah sakit se-Indonesia untuk siaga terhadap penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga hari ini, RSPI Sulianti Saroso masih menangani satu pasien suspek virus corona yang memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan, Cina. Hasil pemeriksaan laboratorium pertama, untuk mengetahui apakah perempuan itu terinfeksi novel coronavirus (nVoC), belum keluar.     

    Humas Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso (RSPI) Jakarta Wiwik Hukmit mengatakan memperkirakan hasil laboratorium akan terbit hari ini atau besok.

    "Sampai sekarang ini hasil laboratorium belum keluar," kata Wiwik saat ditemui di RSPI Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 30 Januari 2020 pukul 11.55 WIB.

    Wiwik berujar pasien tersebut masih dalam pengawasan pemeriksaan rumah sakit. Menurut dia, kondisi pasien masih sama seperti yang disampaikan oleh Direktur RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril saat konferensi pers kemarin. Syahril menyampaikan, kondisi pasien stabil.

    "Pasien kemarin sudah disampaikan stabil oleh Pak Dirut. Kalau ada update pasti kami info," ucap Wiwik.

    Dalam konferensi pers itu, Syahril mengutarakan ada dua pasien diduga terinfeksi virus corona yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Keduanya sama-sama perempuan, mengalami gejala tertular corona, dan memiliki riwayat perjalanan ke Cina. Namun, Syahril tak mengungkap identitas keduanya.

    Pasien pertama pernah pergi ke Hainan, Cina, sebelum menderita gejala virus corona. Syahril memastikan, pasien rujukan dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan ini negatif virus corona. 

    Pasien satu lagi, seorang warga negara Indonesia, diisolasi dan menjalani perawatan di RSPI Sulianti pada Senin, 27 Januari 2020. Tak hanya mengalami gejala virus corona, pasien juga baru pulang dari Kota Wuhan, Cina.

    Menurut Direktur RSPI Sulianti Saroso itu, pasien yang diduga terinfeksi virus corona harus menjalani dua pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan itu antara lain cek darah dan pengambilan sampel dari tenggorokan menggunakan metode swab. "Kan dua kali periksa. Besok pagi hasil laboratorium pertama. Dua hari kemudian hasil laboratorium kedua," ucap Syahril, Rabu, 29 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.