BMKG: Waspada Potensi Banjir Jakarta pada Februari - Maret 2020

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi banjir yang melanda kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, Sabtu, 4 Januari 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Warga melintasi banjir yang melanda kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, Sabtu, 4 Januari 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan perkiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), warga diimbau untuk mewaspadai banjir Jakarta pada Februari-Maret 2020. 

    Dalam jumpa pers di kantornya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan kewaspadaan potensi terjadinya banjir pada Februari-Maret 2020 di sejumlah wilayah. Potensi banjir akibat hujan intensitas tinggi terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

    Selain wilayah tersebut, daerah lain yang juga berpotensi banjir pada musim hujan tahun ini adalah DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Papua.

    Pada waktu dekat hujan juga akan terjadi dengan intensitas tinggi pada kurun 31 Januari-5 Februari 2020 di Sumatera bagian Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Papua juga diprediksi mengalami kondisi cuaca yang sama.

    Kepala BMKG mengemukakan meskipun sejumlah wilayah mengalami hujan intensitas tinggi hingga menyebabkan potensi banjir, tetapi terdapat daerah yang kini mulai mengalami kekeringan. Hingga 30 Januari di Riau, kata dia kini terpantau 117 titik api/hotspot yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. "Potensi karhutla di wilayah pesisir Timur Sumatera tersebut tidak terkait dan tidak terpengaruh oleh kebakaran hutan di Australia," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.