Alasan Nikita Mirzani Dijemput Paksa Polisi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Nikita Mirzani saat mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus unit Cyber Polda Metro Jaya, Jakarta, 26 Februari 2018. Nikita Mirzani datang terkait pemeriksaan tweet di akun miliknya yang dianggap menghina Panglima TNI Gatot Nurmantyo. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Nikita Mirzani saat mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus unit Cyber Polda Metro Jaya, Jakarta, 26 Februari 2018. Nikita Mirzani datang terkait pemeriksaan tweet di akun miliknya yang dianggap menghina Panglima TNI Gatot Nurmantyo. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Nikita Mirzani, Fahcmi Bachmid membenarkan kliennya telah dijemput paksa oleh aparat dari Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat dini hari terkait kasus dugaan penganiayaan. "Ya istilah mungkin jemput paksa, tapi yang jelas dalam rangka tahap kedua supaya Nikita diserahkan ke Kejaksaan," kata Fachmi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 31 Januari 2020.

    Menurut Fachmi, Nikita dijemput paksa terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh mantan suaminya Dipo Latief. "Iya, pemukulan aja," katanya.

    Terkait jemput paksa yang dilakukan kepolisian, menurut Fachmi, hal itu karena perkara yang ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan sudah masuk tahap dua sehingga tersangka harus diserahkan ke Kejaksaan.

    Menurut dia, penjemputan paksa tersebut karena kliennya sedang sakit tapi tetap beraktivitas sehingga menimbulkan penafsiran berbeda.  "Ya mungkin dia kan sakit, itu menimbulkan penafsiran berbeda karena dia sakit pun, dia beraktivitas," kata Fachmi.

    Fachmi mengatakan kliennya cukup kooperatif menghadapi perkaranya. Ia juga membantah soal Nikita tertahan selama 30 menit di dalam mobil sebelum dibawa masuk ke gedung Polres Metro Jakarta Selatan. "Saya yang anter ke atas, apanya yang tertahan? Kan menunggu pengacara. Kalau saya enggak ada siapa yang menemani ke atas," katanya.

    Fachmi menambahkan, hal tersebut dilakukan sudah menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan karena perkara tersebut sudah masuk tahap dua. "Jadi Niki itu harus ada di Polres untuk diserahkan ke Kejaksaan. Itu namanya tahap dua. Itu harus dilalui karena P21," kata Fachmi.

    Nikita dijemput paksa aparat Polres Metro Jakarta Selatan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat dini hari. Saat dijemput paksa, Niki yang menggunakan baju warna hitam dan topi putih tampa make up. Wajahnya terlihat lelah dengan kantong mata menebal sehingga membuat matanya tampak sipit.

    Nikita Mirzani menjadi tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan suaminya, Dipo Latief. Kasus tersebut dilaporkan oleh Dipo ke Polres Metro Jakarta Selatan pada akhir 2018.

    Nikita telah menjalani pemeriksaan berkaitan statusnya sebagai tersangka pada Sabtu, 13 Juli 2019. Tahap pertama berkas perkara telah rampung atau P21 pada 16 Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.