Jakarta Mau Kota Global, Ini Kata Kepala Dishub Soal Tertib Warga

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga antre untuk menaiki kereta MRT pada libur Isra Miraj di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 3 April 2019. Meski sudah tak gratis lagi, namun warga tetap antusias menggunakan MRT. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga antre untuk menaiki kereta MRT pada libur Isra Miraj di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 3 April 2019. Meski sudah tak gratis lagi, namun warga tetap antusias menggunakan MRT. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Dinas Perhuhungan atau Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan penataan dalam integrasi transportasi yang dikerjakan oleh PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) dimaksudkan agar tercipta budaya tertib di masyarakat.

    Sebagaimana Jakarta dikenal sebagai kota global, masyarakatnya pun juga harus mampu berperilaku tertib.

    "Sekarang kan, Jakarta itu (dikenal) sebagai kota global. Tentu begitu kita men-declare Jakarta sebagai kota global, harus diimbangi dengan perilaku masyarakat yang juga menunjukan bahwa kita (ada) di dalam tataran masyarakat global," ujar Syafrin saat ditemui di Gelora Bung Karno, pada Jumat, 31 Januari 2020.

    Perilaku tertib, menurutnya, dapat dibiasakan dengan adanya moda transportasi terintegrasi. Selaim itu, masyarakat pun sebenarnya telah dibiasakan antre ketika menggunakan transportasi umum.

    "Kita harapkan (adanya integrasi) menjadi pioneer (perilaku tertib). Jadi perilaku tertib, budaya antre ini bisa (diterapkan) ke seluruh elemen hidup masyarakat," kata Liputo lagi.

    PT MITJ, sepeti disebut Kepala Dishub DKI itu, rencananya akan melakukan penataan di 72 stasiun, dan pada tahap awal dilakukan penataan di empat stasiun. Stasiun tersebut di antaranya Stasiun Tanah Abang, Sudirman, Senen, dan Juanda. Penataan di keempat stasiun tersebut ditargetkan bakal rampung di bulan Maret 2020.

    KIKI ASTARI | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.