Penusukan Suami di Kelapa Gading, Istri Muak Dihina Keluarga Tiri

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolsek Kelapa Gading, Komisaris Jerrold Hendra Yosef Kumomtoy (tengah) saat konferensi pers di kantornya, Jumat, 31 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kapolsek Kelapa Gading, Komisaris Jerrold Hendra Yosef Kumomtoy (tengah) saat konferensi pers di kantornya, Jumat, 31 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta -Dalam kasus penusukan di Kelapa Gading, Rosmiati, 42 tahun menceritakan sebab munculnya cekcok dengan sang suami, Alexander Putra (61) yang berujung dengan kematian. Alexander tertusuk pisau sangkur di bagian bahu.

    Rosmiati yang berstatus sebagai istri kedua Alexander itu, menuturkan keributan terjadi karena ia sudah tak tahan dengan hinaan yang diterima dari anak tirinya dan keluarga sang suami. "Kayak sampah aku di sini," ujar dia di Polsek Kelapa Gading, Jumat, 31 Januari 2020.

    Bahkan menurut Rosmiati, anak-anak kandungnya juga dihina saat berkunjung ke rumah Alexander di Jalan Summagung, RT 08/RW 02, Kelurahan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Padahal menurut dia, anak-anaknya yang menempuh pendidikan pesantren itu hanya singgah karena sedang masa libur.

    "Kata mereka, anak enggak tahu diri lu, gak ada hak lu di sini," ujar Rosmiati menirukan ucapan keluarga tirinya.

    Pada hari itu, Selasa, 21 Januari 2020, Rosmiati mengungkapkan ketidakberdayaannya atas hinaan yang diterima kepada sang suami. Dia meminta kepada Alexander agar diizinkan pergi dari rumah itu namun ditolak. Rosmiati mengaku malah dituduh suaminya punya alasan lain sehingga ingin minggat dari rumah.

    "Bilang saja mamah sudah gak sayang sama ayah (Alexander) makanya mama mau pergi dari sini kan, ayah tahu ayah sudah tua, enggak ada yang sayang ayah," ujar Rosmiati menirukan suaminya.

    Rosmiati mengatakan, cekcok mulut kemudian semakin panas setelah Alexander mencekik dan menamparnya agar tidak pergi dari rumah. Dia yang merasa sakit hati kemudian mengambil sangkur dilemari serta meminta Alexander untuk membunuhnya.

    "Daripada bunuh aku pelan-pelan di sini lebih baik ayah matiin aku sekarang," ujar Rosmiati.

    Namun menurut Rosmiati, suaminya yang merupakan pensiunan pegawai swasta itu tidak mau menuruti permintaan untuk membunuhnya. Alexander justru disebut ingin membunuh dirinya sendiri. "Kami rebutan pisau, kena dada ayah, itu gak sengaja, ayah yang tarik tangan aku, bukan aku yang membunuh," ujar Rosmiati yang baru tinggal selama tiga bulan di rumah Alexander.

    Kapolsek Kelapa Gading, Komisaris Jerrold Hendra Yosef Kumomtoy mengatakan korban mengalami luka tusuk selebar 2 sentimeter di bahu kiri akibat pisau itu. Keterangan itu didapatkan setelah polisi membongkar makam korban dan melakukan otopsi. Alexander sempat dimakamkan terlebih dahulu sebelum keluarga kandungannya melaporkan masalah ini ke polisi.

    "Luka tersebut mengenai pembuluh darah korban dan terjadi pendarahan di dalam," ujar Jerrold.

    Polisi kemudian menetapkan Rosmiati sebagai tersangka setelah sebelumnya diperiksa sebagai saksi dalam kasus penusukan di Kelapa Gading tersebut. Dia dijerat dengan Pasal 338 dan atau Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP. Pelaku terancam dihukum maksimal penjara 15 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.