Transpatriot Bekasi Perpanjang Rute hingga ke Grand Kamala Lagoon

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wartawan menjajal bus Transpatriot di Kota Bekasi, 26 November 2018. Tempo/ Adi Warsono

    Sejumlah wartawan menjajal bus Transpatriot di Kota Bekasi, 26 November 2018. Tempo/ Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bekasi -Angkutan massal di Kota Bekasi, Transpatriot memperpanjang rutenya untuk melayani penumpang. Armada milik pemerintah daerah ini, sekarang melayani masyarakat di Grand Kamala Lagoon, kawasan yang dikembangkan oleh perusahaan BUMN, yaitu PP Properti.

    "Hari ini Transpatriot sudah mulai masuk ke kawasan GKL," kata Kepala Divisi Transpatriot pada PD Mitra Patriot, Sindula Gunawangsa, Minggu, 2 Februari 2020.

    Menurut dia, transpatriot yang masuk ke kawasan itu adalah koridor dua jurusan Wisma Asri (Bekasi Utara)-Sumber Artha (Pondok Gede). Jumlah armdanya sebanyak 10 unit dengan tarif flat Rp 7.000. "Kami melihat prospek penumpang cukup bagus, karena di sini adalah sebuah kawasan hunian dan komersil," kata Sindula.

    Karena itu, kata dia, dengan perpanjangan rute tersebut, bisa menambah okupansi penumpang. "Kapasitas maksimal 30 penumpang, sekarang baru 15," kata dia.

    Koridor lain yaitu jurusan Bantargebang-Summarecon Bekasi dengan tarif flat Rp 7.000, Terminal Bekasi-Harapan Indah via Jalan HM Joyomartono dan Terminal Bekasi-Harapan Indah via Jalan Cut Mutia dengan tarif Rp 4.000 karena mendapatkan subsidi dari pemerintah.

    Direktur Realty PT PP Properti, Galih Saksono mengatkan, pihaknya mendukung penerapan transportasi massal untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Sebab, di kawasan ini bakal berdiri 30 tower hunian vertikal dan gedung perkantoran. "Sekarang sudah empat tower yang sudah selesai," kata Galih.

    Transpatriot, kata dia, bisa menjadi sarana transportasi massal alternatif bagi penduduk di kawasan itu, maupun orang yang beraktivitas di sana. Selain Transpatriot yang melayani skala lokal, pihaknya juga akan menggandeng Transjakarta sebagai transportasi regional. "Mayoritas yang tinggal di sini adalah pekerja di Jakarta," kata Galih.

    Karena itu, kata dia, pihaknya membangun fasilitas berupa halte untuk transportasi massal tersebut. Halte yang bisa melayani pintu tinggi maupun rendah berada di depan pusat perbelanjaan di kawasan itu. "Masyarakat di sekitar kawasan juga bisa naik Transpatriot maupun transportasi lainnya ke depan," kata Galih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.