Setelah Jakarta, Bekasi Terapkan Tilang Elektronik 20 Februari

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kemacetan lalu lintas. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi kemacetan lalu lintas. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Metro Kabupaten Bekasi akan menguji coba sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), pada 20 Februari mendatang. Tahap uji coba ini, polisi menyasar pelanggar lalu lintas kendaraan roda empat.

    "Sekarang sedang persiapan infrastuktur dan peralatan lainnya," kata Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan, Ahad, 2 Februari 2020.

    Hendra mengatakan, pelanggaran yang disasar berupa pemakaian sabuk pengaman, kecepatan kendaraan, dan penggunaan telepon genggam ketika berkendaraan. "Tahap pertama roda empat dulu," kata dia.

    Adapun, pemberitahuan pelanggaran diberikan melalui surat elektronik maupun diantar seperti yang diterapkan di Jakarta. Rahmat mengharapkan melalui sanksi elektronik tilang ini, tingkat kesadaran dan kedisiplinan berlalu lintas bagi warga kabupaten Bekasi semakin meningkat.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro, Ajun Komisaris Besar Rachmat Sumekar mengatakan, rencananya ada tiga titik yang dipasang kamera CCTV sebagai pendukung penindakan pelanggar secara digital.

    Ketiganya berada di simpang SGC Jalan RE Marthadinata, kawasan Lemahabang Cikarang Utara, dan Jalan MH Thamrin Lippo Cikarang di Cikarang Selatan. "Untuk pertama kita pasang di SGC dulu, yang lain menyusul," kata Rachmat.

    Rachmat mengatakan, kamera CCTV yang dipakai untuk mendukung tilang elektronik merupakan milik pemerintah Kabupaten Bekasi. Kamera yang dibeli oleh Dinas Komunikasi dan Informatika tersebut nantinya dihibahkan kepada polisi.

    Ia memastikan, polisi tak memakai kamera yang sekarang dipasang oleh Dinas Perhubungan. Sebelumnya lima titik kamera yang telah dipasang Dinas Perhubungan itu dilengkapi Automatic Control Traffic System (ACTS). "CCTV kami spesifikasinya beda," kata Rahmat.

    Menurut dia, CCTV untuk tilang elektronik dilengkapi software yang bisa menangkap pelanggaran berupa tidak memakai sabuk pengaman, melanggar marka jalan, menggunakan telepon genggam pada saat menyetir kendaraan. "Ruang pengendali ETLE atau back office nanti diletakkan di Polres, jadi pengendalinya 100 persen anggota Sat Lantas Polres Metro Bekasi," kata dia.

    Menurut dia, perencanaan tilang elektronik itu menggunakan konsultan IT dari Jakarta. Konsultan tersebut menentukan spesifikasi kamera CCTV yang digunakan. Mereka juga yang membuat perangkat lunaknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.