Underpass Kemayoran Banjir, Warga: Jadi Tontonan di Zaman Anies

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berswafoto saat banjir menutup terowongan di jalan Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020. ANTARA/Galih Pradipta

    Warga berswafoto saat banjir menutup terowongan di jalan Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang menutup underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi tontonan warga sekitar. Air setinggi lima meter telah menutup terowongan jalan itu sejak Ahad pagi, 2 Februari 2020.

    Burhanuddin, 45 tahun, bersama istri dan anaknya sengaja datang dari rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk melihat banjir yang merendam underpass Kemayoran. "Penasaran lihat di televisi. Jadi mau liat langsung," kata Burhanuddin yang datang menggunakan sepeda motor.

    Ia heran karena banjir di jalan lintas bawah itu tidak terjadi saat hujan ekstrem pada 1 Januari lalu. Namun underpass kebanjiran saat hujan deras mengguyur ibu kota hanya beberapa jam. "Mungkin salurannya kotor. Tapi emang underpass ini sering banjir," ujarnya.

    Warga sekitar underpass Deni Samsudin, 32 tahun, mengatakan banjir di underpass Kemayoran telah terjadi sebelum era Gubernur Sutiyoso. Samsudin heran baru di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, banjir di underpass Kemayoran, diberitakan di media.

    "Dulu kalau banjir di sini gak ramai. Baru jaman Pak Anies dibuat ramai," ujarnya. "Saya juga aneh. Warga sini mah lihat banjir di terowongan itu sudah biasa."

    Menurut dia, lokasi tersebut merupakan kewenangan dari Kementerian Sekretariat Negara, yang dikelola Pusat Pengelola Kawasan (PPK) Kemayoran. Jadi, sebutnya, kawasan ini bukan kewenangan Pemerintah Provinsi DKI.

    "Tukang sapunya saja bukan dari tenaga kontrak Pemprov DKI. Tapi langsung di bawah PPK Kemayoran," ujarnya. "Banjir sekarang aneh. Kok jadi ramai dan Anies yang dibawa-bawa."

    Sebelum Anies menjabat gubernur, lanjut dia, banjir di kawasan ini bisa surut selama sepekan. Selain itu, warga hanya menaruh ban bekas untuk menutup jalan lintas bawah itu. Saat banjir, Deni menyebut, biasanya air yang ada di underpass dimanfaatkan untuk mencuci motor dan berenang oleh anak-anak. "Namun sekarang diekspos besar-besaran sama media," ujarnya.

    Banjir yang merendam underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, perlahan mulai surut pada Ahad malam, 2 Februari 2020. Kepala Sektor 6 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Orang Kecamatan Kemayoran, Mulandono, mengatakan ketinggian tinggal 2,5 meter dari posisi awal yang mencapai empat meter. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sampai besok insyallah bisa kering," kata Mulandono di underpass Kemayoran.

    Hingga pukul 19.30 WIB Ahad kemarin, kata dia, proses penyedotan air tidak mengalami kendala. Pemerintah menyediakan 15 pompa mobile milik pemadam lima unit, Dinas Sumber Daya Air lima unit, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lima unit dan Pusat Pengelola Kawasan (PPK) Kemayoran, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dua unit.

    Menurut dia, banjir di underpass Kemayoran pada dua pekan lalu, lebih parah ketimbang Ahad kemarin. Ia memperkirakan jika tidak ada hujan lagi air di underpass bakal tiris pada Senin. "Kami bekerja nonstop," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.