Polisi Pasang Kamera Tilang Elektronik Motor di Jalan Casablanca

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi meminta pengendara motor yang melintasi Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca, untuk menepi, saat Operasi Patuh Jaya, di Jakarta, 2 Mei 2018. Pelanggaran lalu lintas paling banyak dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Twitter.com

    Polisi meminta pengendara motor yang melintasi Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca, untuk menepi, saat Operasi Patuh Jaya, di Jakarta, 2 Mei 2018. Pelanggaran lalu lintas paling banyak dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Para penunggang sepeda motor bandel yang kerap melewati jalur layang Jalan Casablanca bakal dihadang kamera tilang elektronik. Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf menjelaskan kamera tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di jalan layang non-tol akan dipasang dalam waktu dekat ini.

    Namun berbeda dengan kamera E-TLE lainnya, unit yang akan terpasang di sana adalah kamera E-TLE portable. "Iya kamera portable, kan sifatnya berpindah-pindah. Jadi sebelum kamera permanen dipasang," ujar Yusuf saat dikonfirmasi, Senin, 3 Februari 2020.

    Kamera E-TLE portable ini, kata Yusuf, akan ditempatkan di beberapa tempat lainnya yang dianggap rawan terjadi pelanggaran. Jenis kamera ini termasuk 45 kamera E-TLE yang akan ditambah polisi tahun ini. "Sudah masuk fitur untuk (menilang) kendaraan roda dua," ujar Yusuf.

    Sistem penilangan E-TLE kendaraan motor tak berbeda dengan mobil. Alur penilangan itu antara lain, polisi akan mengirimkan surat tilang ke alamat pelanggar, pemberian waktu 7 hari bagi pelanggar melakukan konfirmasi tilang, pemblokiran STNK jika pelanggar mengabaikan tilang, dan yang terakhir pelanggar membayar kewajibannya melalui bank dengan batas waktu 7 hari setelah konfirmasi.

    Penerapan E-TLE terhadap kendaraan roda dua ini akan berlangsung di Jalan Sudirman - Thamrin dan Koridor 6 Transjakarta, yaitu Ragunan - Dukuh Atas. Jenis kamera yang digunakan pun merupakan kamera E-TLE yang saat ini sudah beroperasi.

    Sejak pengoperasian perdananya pada 1 Februari 2020, E-TLE telah mencatat 341 penunggang sepeda motor melanggar peraturan. "Pada hari pertama sejumlah 167 pelanggaran, sedangkan hari kedua sejumlah 174 pelanggaran, total pelanggaran selama dua hari sejumlah 341 pelanggaran," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar.

    Fahri menerangkan, mayoritas jenis pelanggaran dalam dua pelaksanaan E-TLE sepeda motor adalah menerobos jalur Transjakarta. Ia mengatakan jumlahnya mencapai 171 kendaraan dan terbanyak di Koridor 6 dengan router Duren Tiga, yakni 118 kendaraan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.