Wabah Virus Corona, Harga Bawang Putih di Pasar Kramat Jati Naik

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pembeli mengambil sample bawang putih saat berlangsungnya operasi pasar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 31 Mei 2017. TEMPO/Rizki Putra

    Calon pembeli mengambil sample bawang putih saat berlangsungnya operasi pasar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 31 Mei 2017. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus corona di Cina membuat pasokan bawang putih impor di Pasar Induk Kramat Jati mulai mengalami kekurangan, Senin. 

    "Biasanya pasokan bawang putih mencapai 30-40 ton per hari untuk kebutuhan Jakarta. Saat ini hanya empat ton," kata Kepala Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Jakarta, Senin 3 Februari 2020.

    Berkurangnya pasokan bawang putih dari Cina ke Pasar Induk Kramat Jati terjadi secara berkala sejak beberapa hari terakhir. Awalnya, pasokan sempat turun 16 ton, namun hari ini tersisa empat ton.

    "Bawang putih kita masih bergantung pada impor dari Cina. Isu di sana ada berkembang kendala corona, kemungkinan terjadi pembatasan impor dari Cina," katanya.

    Akibat situasi wabah virus corona itu, harga komoditas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati melonjak rata-rata Rp7.000 per kilogram. Harga normalnya berkisar Rp28.000 per kilogram, sekarang naik jadi Rp35.000 per kilogram. "Pasokan tidak seperti biasanya, cenderung sedikit itu yang menyebabkan kenaikan harga," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.