Ini Daftar Kota Termacet di Dunia, DKI Jakarta Peringkat 10

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan di Jalan K.H. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat imbas dari kebakaran di kawasan Pasar Kambing, Jakarta Pusat pada Sabtu malam, 10 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

    Kemacetan di Jalan K.H. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat imbas dari kebakaran di kawasan Pasar Kambing, Jakarta Pusat pada Sabtu malam, 10 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, JakartaDKI Jakarta dinobatkan sebagai kota termacet di dunia ke-10 oleh Lembaga Pemantau Kemacetan Lalu Lintas TomTom. Dalam hasil penelitiannya selama 2019, TomTom menyatakan tingkat kemacetan di DKI Jakarta tak berubah dari tahun sebelumnya.

    Berikut sepuluh kota termacet di dunia:

    1. Bengaluru - India

    2. Manila - Filipina

    3. Bogota - Kolombia

    4. Mumbai - India

    5. Pune - India

    6. Moscow - Rusia

    7. Lima - Peru

    8. New Delhi - India

    9. Istanbul - Turki

    10. Jakarta - Indonesia

    Pada 2018, DKI Jakarta menududuki posisi ketujuh kota termacet di dunia. Meski begitu, perlambatan lalu lintas akibat kemacetan di ibukota stagnan di level 53 persen sejak tahun 2018. Hal tersebut menunjukkan belum ada perbaikan dalam tingkat kemacetan di Jakarta.

    Tingkat kemacetan di kota-kota lain meningkat. Hal itu yang menyebabkan peringkat kemacetan di Jakarta Berubah. Misalnya, Istanbul yang berada di posisi ke 9 mengalami peningkatan kemacetan 2 persen atau Bogota di posisi ke-3 mengalami peningkatan 5 persen.

    TomTom Traffic Index adalah lembaga pengukur tingkat kemacetan kota-kota di dunia. Lembaga ini mengukur tingkat kemacetan menggunakan data Global Positioning System (GPS) anonim yang dikumpulkan melalui perangkat navigasi sistem dasbor dan smartphone.

    Masih berdasarkan data yang dipaparkan dalam laman TomTom, tahun 2019 Jakarta mengalami kemacetan terparah pada Rabu, 6 Maret dengan tingkat kemacetan mencapai 91 persen. Sedangkan tingkat kemacetan terendah terjadi pada Selasa, 4 Juni 2019.

    TomTom juga mencatat tingkat kemacetan tertinggi di Jakarta terjadi pada malam hari saat jam pulang kerja. Pengemudi membutuhkan waktu ekstra selama 26 menit untuk sampai ke tujuan. Sementara pagi hari, waktu tambahan yang dibutuhkan sekitar 19 menit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.