Anggota DPRD DKI Sebut Jalur Sepeda di Jakarta Hanya Pencitraan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara sepeda motor melanggar jalur sepeda di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Dishub DKI Jakarta mulai menerapkan aturan jalur sepeda pada Jumat ini dengan memberikan sanksi denda tilang maksimum Rp500 ribu hingga penderekan kendaraan bagi pengendara kendaraan bermotor yang melanggar jalur sepeda. ANTARA

    Sejumlah pengendara sepeda motor melanggar jalur sepeda di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Dishub DKI Jakarta mulai menerapkan aturan jalur sepeda pada Jumat ini dengan memberikan sanksi denda tilang maksimum Rp500 ribu hingga penderekan kendaraan bagi pengendara kendaraan bermotor yang melanggar jalur sepeda. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menyebut pembangunan jalur sepeda di Jakarta hanya pencitraan saja dari Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI.

    Politikus PDIP itu menyarankan agar ada evaluasi pada tahun depan. Adapun anggaran yang sudah diketok tahun ini agar dilaksanakan.

    Pemprov DKI menyediakan anggaran Rp 62 miliar untuk pembangunan jalur sepeda di Jakarta. Namun Gilbert menyebut pembuatan jalur sepeda itu tak efektif. "Puluhan miliar kita keluarkan untuk membuat jalur sepeda tidak efektif. Malah jadi beban buat Pak Syafrin (Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Lupito),” kata Gilbert dalam rapat Komisi B di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Senin, 3 Februari 2020.

    Gilbert menilai kebijakan itu tak efektif dalam mengurangi kemacetan di Ibukota. Penegakan hukum terhadap pengendara kendaraan bermotor yang masuk ke jalur sepeda pun tidak tegas. “Itu hanya menambah tugas dari dishub. Padahal itu tugas sekunder. Primernya dia adalah membuat masyarakat terangkut dengan baik dan jalur lalu lintas lancar,” tutur Gilbert.

    Gilbert juga menyarankan kepada Pemprov agar pada tahun depan anggaran untuk jalur sepeda dialihkan ke sektor lain yang menurut dia dibutuhkan rakyat dan efektif. Soalnya, lanjut Gilbert, dana anggaran tersebut berasal dari uang rakyat yang ditarik lewat pajak. “Bukan untuk hal pencitraan, bukan hal lain,” kata dia.

    Padahal dalam diskusi bertajuk Jalur Sepeda di Jakarta yang digelar Tempo, Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Wahyu Hadiningrat keberadaan jalur sepeda bermanfaat mengurangi kecelakaan lalu lintas terhadap pengguna sepeda.

    Ia mencatat kecelakaan terhadap pengendara sepeda turun sebanyak 13 persen setelah dua bulan adanya jalur sepeda."Dua bulan sebelum adanya jalur sepeda di 63 kilometer tersebut, jumlah laka (kecelakaan) terhadap pengguna sepeda itu 24. Kemudian dua bulan setelah jalur sepeda itu ada di 63 kilometer, itu turun menjadi 21. Artinya (turun) 13 persen," ujar Wahyu saat acara Ngobrol @tempo di Kantor Tempo, Jl. Palmerah Barat No. 8, Jakarta Selatan pada Jumat, 31 Januari 2020.

    Pemprov DKI akan menambah 200 kilometer jalur sepeda pada tahun ini. Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo mengatakan saat ini jalur sepeda yang ada sepanjang 63 kilometer. Akan ada penambahan sepanjang 137 kilometer untuk mewujudkan target tersebut.

    "Jadi sesuai dengan rencana Jakarta, tahun ini kita akan membangun lebih kurang 137 kilometer untuk jalur sepeda, sehingga total 200 kilometer tahun ini," ujar Syafrin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.