Pengemudi Ojek Online Tewas Terpental di Jalur Bus Transjakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pengemudi ojek online tewas setelah terpental di jalur busway Transjakarta di Jalan Panjang, Jakarta Barat pagi ini. Insiden yang terjadi pada pukul 10.00 itu terjadi di depan jalur masuk Transjakarta. 

    "Korban tutup usia dan sudah dalam penanganan Polri," cuit akun @TMCPoldaMetro Selasa, 4 Februari 2020. 

     

    Menurut pemeriksaan polisi, pengemudi ojol itu tewas saat menyalip bus TransJakarta koridor 8 di jalur busway Jalan Panjang Kebon Jeruk. 

    Korban tewas yakni Ahmad Solikin, 27, yang beralamat di Pademangan Barat, RT 01 RW 01, Pademangan, Jakarta Utara. "Kejadiannya di jalur Busway Jalan Panjang," kata Kasat Lantas Jakarta Barat Komisaris Polisi Hari Admoko di Jakarta, Selasa.

    Lantaran peristiwa ini berada di jalur busway dan melibatkan Transjakarta, Hari menyebut kasus ini ditangani Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. "Untuk lebih lengkapnya ke Gakkum Polda, mereka yang tangani," kata Hari.

    Dari informasi yang dihimpun, Ahmad mengendarai sepeda motor matic bernomor polisi B 4924 BVM, kemudian melintas di jalur busway. Saat tak membawa penumpang, ia memaksa menyalip TransJakarta dari arah kiri.

    Diduga karena akses jalan yang sempit dan hampir terjepit, Ahmad menyenggol trotoar dan terpental ke jalur Busway.

    "Informasinya dia masuk jalur busway kemudian dia nyelip. Karena jalur kecil kan nyenggol ke trotoar, dari trotoar, dia terpental," kata Hari.

    Pengemudi ojek online itu telah dievakuasi dari tempat kejadian perkara. Sejumlah rekan pengemudi ojol lain juga ikut mengawal perjalanan jenazah menuju rumah sakit untuk proses visum.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.