Cerita Pasangan Pengantin Ditipu Promo Nikah Murah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pernikahan. (Pixabay.com)

    Ilustrasi pernikahan. (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Depok – Penawaran promo nikah murah sebabkan puluhan pasang calon pengantin terancam batal menyelenggarakan momen sakral tersebut. Hal itu dirasakan oleh warga Sunter, Jakarta Utara, Anjar Susilo, 30 tahun dan calon istri.

    Setelah tergiur dengan promo menikah hanya Rp 50 juta, Anjar mengaku, kini harap-harap cemas karena hingga H-5 hari pernikahannya, wedding organizer belum juga melunasi pembiayaan vendor.

    “Saya dikabari oleh vendor, katanya gedung belum dilunasi, padahal acara kita tanggal 9 Februari dan sudah kami bayar lunas,” kata Anjar ditemui Tempo di Mapolres Metro Depok, Selasa 4 Februari 2020.

    Anjar mengatakan, dari penawaran promo itu dirinya mendapatkan 250 buah undangan, wedding ring, foto pre wedding, subsidi gedung dan katering. Namun dari semua yang ditawarkan itu baru dapat undangan dan  foto pre wedding.

    “Itu pun setelah kami mengemis-ngemis karena tidak ada kabar untuk lakukan pre wedding,” kata Anjar.

    Hal yang sama dirasakan pasangan pengantin lain, yakni warga Bogor, Isnaini, 25 tahun. Bedanya, Isnaini telah menjalani momen sakral tersebut namun tidak sesuai dengan harapan. Saat menjalani resepsi pernikahan pada Minggu 2 Februari 2020 kemarin, tidak ada dekorasi dan katering, bahkan janur yang digunakan pun merupakan janur bekas resepsi yang pernah diselenggarakan di gedung tersebut.

    “Dari pukul 14.00 hingga 16.00 sore, tidak ada katering sama sekali dan dekorasi pun akhirnya dibantu oleh pengelola gedung,” kata Isnaini.

    Isnaini mengatakan, dirinya juga ikut dalam paket promo pesta pernikahan Rp 50 juta. “Kita dapat informasinya dari instagram ada paket promo nikah murah dari Wedding Organizer PandaManda, rupanya zonk gini,” kata Isnaini.

    Kini kasus promo nikah murah tersebut telah ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.