Promo Nikah Murah, Pemilik Gunakan Uang Klien Buat Beli Rumah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Azis Andriansyah (tengah) saat menunjukkan barang bukti dugaan tindak pidana penipuan WO Pandamanda di Mapolres Metro Depok, Rabu 5 Februari 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Azis Andriansyah (tengah) saat menunjukkan barang bukti dugaan tindak pidana penipuan WO Pandamanda di Mapolres Metro Depok, Rabu 5 Februari 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Depok – Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Azis Andriansyah mengatakan wedding organizer promo nikah murah, Pandamanda mulai bermasalah sejak pemiliknya mengalihkan uang klien kepada operasional kantor dan keperluan pribadi.

    “Pemilik mengaku menjalani usaha ini sejak 2013, dan mulai trouble sejak tahun 2018 karena menggunakan sebagian uang klien ke operasional kantor dan pribadi,” kata Azis di Mapolres Metro Depok, Rabu 5 Februari 2020.

    Azis mengatakan, uang klien yang seharusnya dikelola untuk acara pernikahan digunakan oleh pemilik untuk membeli rumah, memasarkan secara online di sosmed berbayar, hingga membeli mobil operasional.

    “Rumahnya seharga Rp 1,2 miliar. Dia masih bayar DP menggunakan uang klien Rp 300 juta,” kata Azis.

    Selain untuk operasional dan membeli keperluan pribadi, Azis mengatakan, salah satu kendalanya karena pemilik kewalahan mengelola order pada Minggu 2 Februari 2020 lalu yang mencapai 10 event dalam sehari. “Menurut pengakuan, dia kewalahan pada event 2 Februari kemarin karena minimnya SDM,” kata Azis

    Azis mengatakan, akibatnya 3 dari 10 acara pernikahan tersebut gagal terlaksana karena perlengkapan untuk keperluan pernikahan tidak dipersiapkan dari mulai katering, dekorasi, foto, kursi dan lain sebagainya. “Dari situ lah yang lantas pihak mempelai melaporkan ke pihak kepolisian dan kami lakukan penyelidikan,” kata Azis.

    Azis mengatakan, polisi telah menetapkan pemilik wo Pandamanda, Anwar, 32 tahun sebagai tersangka dugaan tindak pidana penipuan. “Tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” kata Azis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.