Begini Setneg Minta Anies Baswedan Soal Detail Revitalisasi Monas

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat terkait banjir bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. TEMPO/Subekti

    Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat terkait banjir bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Badan Pelaksana sekaligus Sekretaris Komisi Pengarah Revitalisasi Monas, Anies Baswedan menggelar rapat bersama Kementerian Sekretariat Negara, di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Rabu, 5 Februari 2020.

    Rapat itu kemudian meminta agar Anies Baswedan yang juga merupakan Gubernur DKI Jakarta, agar mengajukan detail desain revitalisasi Monas.

    "Nanti dari pihak Gubernur DKI, akan menyampaikan usulan akan menanam kembali di sebelah mana, sesuai dengan lampiran Keppres itu," ujar Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama, saat ditemui usai rapat.

    Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menggelar aksi penolakan revitalisasi Monas, Kamis 30 Januari 2020. Tempo|Taufiq Siddiq

    Setelah itu, detail desain akan dibahas oleh semua anggota komisi pengarah. Baru setelah itu pemrintahan DKI Jakarta akan melanjutkan kembali pengerjaan revitalisasi. Setya mengatakan Komisi Pengarah ingin agar Monas kembali menjalankan fungsinya sebagai fungsi pelayanan publik dan vegetasi. "Kita tidak mau ada yang mangkrak di situ," kata Setya.

    Setya mengatakan dalam pertemuan tadi, Anies mempresentasikan semua rancangan penataan taman Medan Merdeka, terutama di dalam kawasan Monas, baik eksterior maupun interior. Namun rapat lebih fokus membahas penataan di Plaza Selatan yang saat ini sedang dibangun. Setya menegaskan harus ada penyelesaian segera di sana.

    "Iya yang Selatan dulu (yang ditata). Karena tahun anggaran 2019, sekarang 2020 harus segera selesai. Yang lain nanti bisa menyusul," kata Setya.

    Saat ini, proses pengerjaan revitalisasi Monas telah berjalan lebih dari 50 persen. Namun pembangunannya kemudian mendapat banyak sorotan dari masyarakat karena tak sesuai dengan desain awal. 150 pohon di sana pun telah terlanjur ditebang akibat proyek awal revitalisasi. Pengerjaanya pun telah dihentikan dalan seminggu terakhir.

    Setya pun mengatakan ada kemungkinan jika proses pembahasan desain di tingkat Komisi Pengarah selesai, pengerjaanya nanti harus menyesuaikan bekas pembangunan awal yang belum rampung.

    "Akan sangat dimungkinkan ada penyesuaian-penyesuaian. Sekali lagi kita lihat bersama lampiran Keppres-nya," kata Setya soal detail desain revitalisasi Monas tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.