Penumpang Transjakarta Sentuh 1 Juta, Direksi Kompak Botak

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direksi dan jajaran manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggunduli rambut karena berhasil menembus target melayani satu juta pelanggan per hari. (Foto: PT Transportasi Jakarta)

    Direksi dan jajaran manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggunduli rambut karena berhasil menembus target melayani satu juta pelanggan per hari. (Foto: PT Transportasi Jakarta)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jajaran PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta ramai-ramai memotong rambut hingga botak. Aksi itu dilakukan usai menembus target penumpang satu juta lebih dalam sehari.

    Hal itu juga untuk menjawab tantang dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Pak Gubernur menantang direksi, manajemen Transjakarta untuk botak jika pelanggan Transjakarta tembus 1 juta," ujar Plt Direktur Utama Transjakarta, Yoga Adiwinarto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 6 Februari 2020.

    Yoga menyebutkan aksi botak massal berawal Maret 2018 saat Transjakarta mencapai target jumlah penumpang 500 ribu dalam satu hari. Saat itu Gubernur Anies Baswedan menantang jajaran Transjakarta mencukur rambut hingga botak jika jumlah penumpang melebih 1 juta.

    Yoga menambahkan target tersebut terlampaui pada Selasa 4 Februari 2020, dengan jumlah penumpang Transjakarta mencapai 1.006.579 orang. Dia mengaku hasil tersebut merupakan kerja keras PT Transjakarta selama ini. Ia mengapresiasi jajaran Transjakarta dan semua pihak yang telah bekerja keras hingga target tersebut dilampaui.

    Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Disposanjoyo, mengatakan salah satu poin terbesar yang menyumbang angka terbesar dalam kenaikan pelanggan adalah adanya program layanan transportasi terintegrasi, mikrotrans Jak Lingko.

    Nadia menuturkan, hingga hari ini tercatat sebanyak 257.981 pelanggan telah menggunakan layanan mikrotrans. Selain itu, kata dia, peningkatan jumlah penumpang Transjakarta juga disumbang dari upaya pemerintah mengintegrasikan transportasi di Jakarta. “Kami akan terus melakukan pelayanan maksimal bagi pelanggan setia kami tentunya," ujarnya.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.